SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Calon Bupati Pangkep nomor urut tiga, Andi Muhammad Khairul Akbar (AMKA), menekankan pentingnya menyelesaikan pembangunan di Kabupaten Pangkep dalam satu tahun berjalan dengan tetap memperhatikan aspek ekologi.

Pernyataan ini disampaikan AMKA dalam debat terbuka perdana calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep yang digelar oleh KPU di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Kamis (24/10/2024) malam.

“Kalau soal pembangunan di Kabupaten Pangkep, yang pertama harus dilakukan adalah pembangunan yang betul-betul menuntaskan satu pembangunan di satu tahun berjalan,” katanya.

“Nah, persoalan memperhatikan lingkungannya, sudah pasti tata kelola pembangunan itu sudah ada segmennya, segmen industri, pertanian dan peternakan sudah harus jelas. Tentu sudah ada di tata ruang pembangunan Kabupaten Pangkep,” tambah AMKA.

Tanggapan Para Kandidat

Calon bupati nomor urut 1, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan ekologi di tengah pengembangan wilayah, berupa alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan perumahan.

“Bagaimana pengembangan RT/RW di Kabupaten Pangkep, masalah lahan sawah berubah menjadi perumahan? harapannya ekologi tetap berkalanjutan?” tanya MYL.

Sementara itu, calon nomor urut dua, dr Andi Nusawarta atau yang akrab disapa Dokter Cua, menekankan perlunya penghijauan dan meminta para pengembang properti berperan aktif.

“Wahai para pengembang-pengembang properti, jika Anda berhadapan dengan bupati nomor urut dua, ada kewajiban yang harus Anda lakukan, kewajiban menanam pohon sepanjang Pangkep, itu ada aturan-aturannya yang akan kita berikan, tidak akan ada peluang izin tanpa ada penghijauan,” tegas Dokter Cua.

Fokus AMKA: Penanggulangan Kemiskinan

Merespons pernyataan Dokter Cua, AMKA mengalihkan diskusi ke masalah sosial-ekonomi. Ia menekankan bahwa penanggulangan kemiskinan harus menjadi prioritas utama, bukan hanya penghijauan.

“Pak dokter, hari ini Pangkep termiskin di Sulawesi Selatan. Kalau soal penghijauan, alhamdulillah hutan kita masih bagus sebenarnya. Yang menjadi persoalan bagaimana menuntaskan kemiskinan di Kabupaten Pangkep? itu yang harus betul-betul kita perhatikan,” jawab AMKA.

Namun, AMKA tidak memberikan tanggapan langsung atas pertanyaan MYL mengenai alih fungsi lahan.

Sekadar diketahui, debat ini mengusung subtema tentang pembangunan berkelanjutan dengan memperhatikan ekologi. Para kandidat juga diharapkan membahas pelestarian lingkungan, ruang terbuka hijau, serta sistem transportasi dan bangunan yang terintegrasi dengan baik.