SimpulRakyat.co.id, Luwu– Sejumlah nasabah mengungkapkan kekhawatirannya setelah maraknya pemberitaan seorang nasabah kehilangan sertifikat anggunan kredit Dana KUR di BRI Unit Belopa.
MH (inisial) misalnya, nasabah Bank BRI di Belopa yang juga menjadikan sertifikat miliknya sebagai agunan kredit di bank tersebut mengungkapkan kekhawatirannya kepada media ini, pada Kamis (12/9).
“Setelah membaca di media ada nasabah yang sertipikatnya belum dikembalikan oleh pihak bank BRI, saya pribadi merasa was-was dan khawatir kejadian serupa juga terjadi kepada saya selaku debitur untuk dana KUR,” kata MH.
Senada, nasabah lainnya AH (inisial) yang juga merupakan debitur Dana KUR di Bank BRI Unit yang sama. AH menyangksikan profesionalisme dan pelaksanaan visi misi dari bank tersebut.
“Kalau seperti ini, sertipikat debitur tercecer hingga dua tahun, saya yang juga mengambil kredit di bank BRI Unit Belopa dan masih berjalan sangat khawatir, sertipikat saya tercecer dan hilang,” ungkapnya.
“Dalam waktu kurang lebih dari dua tahun sertipikat itu tercecer, pihak bank baru sekarang ingin mengantikan sertipikat yang meraka maksud tercecer. Itu namanya hilang bukan lagi tercecer,” tambah AH.
Sebelumnya diberitakan, Nasabah Dana KUR usaha Tani di Bank BRI Unit Belopa Kabupaten Luwu merasa ditipu oleh oknum karyawan bank tersebut.
Nasabah atas nama Rosdiana itu sebelumnya mengambil dana KUR usaha tani di Bank BRI Unit Belopa itu tahun 2022 dengan jaminan sertifikat rumah milik orang tuanya atas nama Shati.


Tinggalkan Balasan