SimpulRakyat.co.id, Luwu – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) se-Luwu Raya memberikan layanan  ‘Trauma Healing’ untuk anak korban bencana Banjir dan Tanah Longsor.

Digelar di Desa Bonelemo Kecamatan Bajo Barat, DP3A se- Luwu Raya berkolaborasi dengan, TP-PKK, DWP, Forum Anak, Bunda Paud, Sahabat Annisa dan relawan pendidikan se Luwu Raya

“Diikuti 200 orang anak pada lokasi daerah terdampak banjir,  tujuannya adalah anak-anak bisa tertawa, bahagia  pasca banjir”, ujar Ketua DWP Kabupaten Luwu,  Kartini Sulaiman.

Senada dengan Kartini,   Kepala DP3A Kota  Palopo, Ramli mengungkapkan jika Trauma Healing adalah kunci rehabilitasi pasca banjir untuk mengatasi gangguan psikologis,  kecemasan, rasa panik, dan menurunnya fungsi-fungsi mental pada anak.

Sementara Kepala DP3A Luwu, St. Hidayah Made, berharap dengan adanya aksi ini, dapat segera memulihkan mental anak-anak pasca Bencana pada 3 Mei lalu.

“Perlu adanya pendamping dan orang yang bisa menghibur anak-anak agar bisa melewati fase grieving lebih cepat. Karena, dunia anak ,adalah dunia bermain,” kunci Hidayah Made, Sabtu, (11/5).

Untuk diketahui, Pasca-bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Luwu, sebanyak 13 orang telah dinyatakan meninggal dunia. Ribuan lainnya masih dilaporkan mengungsi.

Sementara, 134 rumah warga Hanyut. Diantaranya 46 rumah  di desa Marinding. di Desa Cimpu 1 rumah, Desa Poringan 30 rumah, Desa Kaili 22 rumah, Desa Mardinding 46 rumah, Desa Saronda 14 rumah, Desa Bone Lemo 17 rumah, dan Desa Balla 4