SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Kabupaten Pangkep mengecam sikap oknum Komisioner KPU Pangkep, Saiful Mujib yang dinilai menghalangi peliputan di Gudang Logistik KPU Pangkep.
“Tindakan itu dinilai tidak terpuji dan terkesan menghalangi kerja wartawan di lapangan saat peliputan agenda KPU yang seharusnya memberitakan terkait simulasi pelipatan kertas suara,” kata Ketua PWMOI Pangkep, Muhammad Anwar kepada awak media di salah satu Warkop, Jln Matahari, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Minggu (7/1/2024).
Anwar Bro-sapaan akrab Ketua PWMOI Pangkep-menyayangkan sikap oknum komisioner tersebut, menurut dia, kejadian serupa bukan kali pertama dialami awak media.
“Saya rasa dia paham kerja-kerja wartawan, karena saya tahu sebelum menjabat komisioner KPU Pangkep, Saiful Mujib juga merupakan pekerja media, dan keluhan yang masuk juga kejadian kemarin bukan pertama kalinya terjadi, beliau terkesan alergi dengan kehadiran wartawan,” tambah Anwar.
Pada kesempatan ini, Anwar juga meminta komisioner KPU Pangkep menggandeng awak media untuk menyukseskan Pemilu dan Pilpres yang akan digelar pada 14 Februari mendatang.
“Jangan alergi terhadap kehadiran wartawan, itu tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik, apalagi komisioner KPU yang harusnya bisa terbuka dalam memberikan informasi,” ujar Anwar.
“Kita tahu bersama, media massa adalah pilar ke empat demokrasi, sehingga tidak bisa dipisahkan dengan Pemilu. Oleh karena itu, komisioner KPU idealnya menggandeng awak media dalam setiap tahapan Pemilu,” pungkas Anwar.
Di akhir wawancara, Anwar mendesak KPU Pangkep untuk menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas sikap tersebut.
“Saya selaku Ketua PWMOI Pangkep meminta pihak komisioner KPU agar menyampaikan permohonan maaf kepada publik, terlebih lagi saat peliputan dibatalkan ketika wartawan terlihat, sehingga pemberitaan tidak dapat disiarkan,” tegas dia.
Sebelumnya diberitakan, Saiful Mujib diduga membatalkan agenda simulasi pelipatan kertas suara saat melihat wartawan masuk untuk melakukan tugas peliputan.
“Tadi itu harusnya agendanya simulasi pelipatan surat suara. Begitu semuanya sudah siap dimulai. Tiba-tiba salah seorang komioner maju dan langsung meminta aktivitas simulasi itu dihentikan dengan alasan ada wartawan,” kata salah seorang wartawan dari media nasional, Mia saat hendak meliput di kantor KPU Pangkep, Jumat (5/1/2024).
Sementara itu, Saiful Mujib mengakui menghentikan agenda tersebut lantaran tempatnya tidak representatif.
“Benar, bahwa saya berkata, jangan di sini ada wartawan. Kenapa begitu, karena saya menganggap memperagakan cara melipat kertas surat suara dilakukan di tempat yang tidak tepat,” kata Mujib dikutip dari Fajar.
“Rencananya pelipatan kertas surat suara di lantai dua gedung yang kami sewa untuk menyimpan logistik, akan dimulai esok hari, dengan melibatkan sekitar 200 orang petugas,” tambah dia. (**)


Tinggalkan Balasan