SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Persatuan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Pangkep menyoroti kualitas proyek Taman Tematik Ramah Anak Bambu Runcing yang terletak di jantung Kota Pangkep.

Pasalnya, baru beberapa hari diresmikan, tapi kondisinya sudah mulai rusak, proyek senilai Rp2,3 milyar itu kuat diduga dibangun tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

“Proyek yang anggaran cukup besar ini diduga tidak sesuai RAB, kita lihat saja anchor boltnya terlalu kecil, apa sesuai dengan RAB dengan beban berat seperti ini? padahal anggarannya cukup besar, yakni Rp2,3 milyar,” ungkap pengurus PWMOI Pangkep, Isdar saat ditemui di area Bambu Runcing, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Rabu (3/1/2024).

Terkait kualitas proyek itu, Isdar meminta pihak aparat penegak hukum (APH) turun untuk memeriksa proyek tersebut.

“Kami minta Polres dan Kejari Pangkep agar segera turun melihat kondisi proyek tersebut, dan melihat kondisinya apakah proyek Rp2,3 milyar ini sesuai RAB,” pinta Isdar.

“Sangat disayangkan pemerintah anggarkan cukup besar, namun proyek tersebut diduga asal jadi, kami minta aparat APH secepatnya turun periksa langsung,” tegas Isdar.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep, Muhammad Thamrin yang ditemui di ruang kerjanya, mengaku proyek tersebut masih dalam pemeliharaan.

“Semestinya sesudah dicor itu harus didiamkan selama 14 hari agar kuat, namun kondisi waktu malam tahun baru, masyarakat Pangkep melonjak,” kilah Muhammad Thamrin.

“Proyek tersebut masih tahap pemeliharaan dan yang rusak itu sudah diparbaiki oleh rekanan,” pungkas Thamrin. (**/AB)