SimpulRakyat.co.id, Pangkep, – Saiful (31), nelayan asal Pulau Satando, Desa Mattiro Baji yang dikabarkan hilang saat melaut, kini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Jenazah Saiful ditemukan mengambang oleh Tim SAR di antara perairan Pulau Karanrang dan Pulau Wali, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara, Kabupaten Pangkep, Rabu (29/11/2023).
Diketahui, Tim SAR ini terdiri dari Basarnas Makassar, Satpolairud Polres Pangkep, BPBD Pangkep, dan Polsek Liukang Tupabbiring bersama warga setempat.
Hal itu dibenarkan Kanit Intelkam Polsek Liukang Tupabbiring, Aiptu Darmawangsa saat dihubungi SimpulRakyat.co.id.
“Iya, jenazah korban ditemukan di antara perairan Pulau Karanrang dan Pulau Wali,” ungkap Aiptu Darmawangsa ke media ini.

Lanjut Aiptu Darmawangsa, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Batara Siang (RSBS) Pangkep untuk divisum Et-Repertum.
Almarhum Saiful rencananya akan dimakamkan di kampung orang tuanya, tepatnya di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro.
“Rencananya jenazah almarhum Saiful akan dimakamkan oleh pihak keluarga di Bowong Cindea,” pungkas Kanit Intelkam Polsek Liukang Tupabbiring ini.
Sebelumnya diberitakan, almarhum Saiful keluar melaut pada Senin, 27 November 2023 lalu. Namun, keesokan harinya, Selasa (28/11), korban tak kunjung kembali, sehingga Saiful dinyatakan hilang.
Selain itu, perahu yang dipakai Saiful diduga ditabrak kapal kargo saat keluar mencari ikan. Dugaan itu dikuatkan adanya serpihan kapal yang ditemukan para nelayan saat melakukan pencarian awal korban.
“Saat saya mendapatkan laporan warga dan ditunjukkan serpihan kapal (perahu) yang menurut nelayan milik bapak Saiful,” ungkap Kepala Desa Mattiro Baji, H Aburerah kepada awak media di Pelabuhan Maccini Baji, Selasa (28/11/2023) kemarin.
“Saya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Makassar bahwa ada warga saya yang hilang saat pergi melaut kemarin sore,” tambah Aburerah.
Lanjut Aburerah, warga yang ikut melakukan pencarian korban mendapatkan serpihan perahu nelayan.
“Informasinya ditabrak kapal. Tapi kami masih belum tahu pastinya, kapal apa yang menabrak (perahu) nelayan tersebut,” beber Aburaerah.


Tinggalkan Balasan