SimpulRakyat.co.id, Manggarai – Rumah Sakit (RS) Pratama Reok yang baru saja diresmikan oleh Bupati Manggarai Herybertus, diduga pelayananannya tidak maksimal yang mengakibatkan nyawa balita berusia lima tahun tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh media ini, pada 25 September 2023 lalu, sekira pukul 21.00 malam, terdapat pasien berumur lima tahun, asal Peru Rura, Kecamatan Reok Barat, masuk di RS Pratama Reok dan meninggal dunia.

“Pasien kemarin malam masuk dalam keadaan darurat tapi lampu mati. Akhirnya penanganan terlambat dan pasien meninggal dunia,” kata sumber yang enggan namanya ditulis, Rabu (27/9).

Selain itu, lanjut dia, kemarin juga terdapat pasien menunggu di loket, namun perawat datang terlambat, sehingga pasien tersebut keluar dari RS dan pergi melakukan pemerikasaan di Puskesmas Reok.

“Pasien datang pagi-pagi untuk periksa, duduk di loket tapi mereka tidak jadi periksa karena di loket tidak ada orang,” tuturnya.

Patris, selaku dokter umum saat dikonfirmasi media ini, membantah informasi tersebut.

“Kalau meninggal karena lampu mati itu tidak benar, pasien meninggalnya dengan diagnosis penurunan kesadaran ec, kejang demam berulang-ulang,” terang Patris.

“Satu hari sebelumnya, pasien sempat dirawat di Puskesmas Reo malamnya, tetapi paginya orang tua pasien meminta untuk pulang paksa, setelah itu di bawa ke robek. Sorenya jam jam setengah tujuh malam pasien dibawak ke RS Pratama Reo, dan saya sendiri yang terima pasiennya dan kondisinya saat masuk sudah mngalami penurunan kesadaran,” lanjut Patris.

Kendati demikian, Patris tak menampik lampu RS padam, sehingga pelayanan jadi kurang maksimal.

“Lampunya memang padam tapi pelayanan tetap ada,” ungkap Patris

Terkait masalah pasien pulang karena tidak ada orang di loket, dirinya memgaku tidak mengetahui hal itu.

Sementara itu, Pelaksa Tugas (Plt) Direktur RS Pratama Reok, Tomi Hermopan, sekaligus menjabat Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Manggarai, juga mengakui listrik RS tersebut padam hingga hari ini.

“Kita butuh waktu untuk penyesuaian instalasi listrik untuk pemanfaatan yang maksimal semua penerangan dan peralatan kesehatan,” ungkap dia.

“Semoga dalam waktu dekat bisa beres bekerja sama dengan Pembangkit Listrik Negara (PLN), sehingga kedepannya tidak ada kendala dalam kelistrikan di RS Pratama. Dan mulai malam ini kita akan memanfaatkan genset,” pungkas Tomi Hermopan.