SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Bio-Slurry merupakan ampas biogas dengan beragam manfaat. Meskipun disebut sebagai ampas, namun Bio-Slurry masih memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat untuk pertanian, ampas biogas ini bisa dijadikan sebagai pupuk alami.
Empowering Farmers For Generating Organic Waste Productively In Pangkep–RESOPA merupakan program kerjasama yang dilaksanakan Lembaga Demokrasi Celebes dengan Corus Internasional dalam pemanfaatan limbah kotoran ternak yang diolah menjadi gas dan pupuk organik, atau Bio energi dan Bio fertilizer.
Selama setahun, program ini berjalan dengan memberdayakan Kelompok Wanita Tani Amanah Desa Kanaungan, memanfaatkan pupuk organiknya untuk tanaman palawija, baik di kebun maupun di halaman rumah warga.
Pada pertemuan sekolah lapang kali ini yang dilaksanakan di rumah Kepala Desa Kanaungan, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, disosialisasikan kepada para petani tambak, baik itu manfaat maupun keunggulannya, serta dilakukan uji coba penggunaan pada tambak secara langsung yang nantinya menjadi lokasi Demplot, Sabtu (25/02/2023).

Pertemun kali ini dihadiri kurang lebih 30 warga dan pemuka masyarakat Sampakan Desa Kanaungan, hadir pula praktisi perikanan budidaya sekaligus Dosen UMI Makassar, Muhammad Saenong dan uji coba Bio-Slurry langsung di Tambak milik Kepala Desa Kanaungan, Sriyanti.
Muhammad Saenong mengatakan, lahan tambak yang ada maksimal hanya mampu berjalan 60 hari masa budidaya, selebihnya nasib udang terancam akan mati, sehingga dibutuhkan model manajemen budidaya yang mempertimbangkan kemampuan lahan dengan cara mengikuti SOP budidaya yang baik dan ramah lingkungan.
“Lahan tambak kita maksimal hanya mampu berjalan 60 hari masa budidaya, selebihnya nasib udang terancam akan mati, sehingga dibutuhkan model manajemen budidaya yang mempertimbangkan kemampuan lahan dengan cara mengikuti SOP budidaya yang baik dan ramah lingkungan,” kata Muhammad Saenong.
Sementara Direktur Lembaga Demokrasi Celebes, Syamsuddin Moedji menyatakan, dibutuhkan peran pekerja yang paham tentang ilmu perikanan, harus ulet dan disiplin.
“Pemanfaatan Bio-Slurry yang kali ini menyasar usaha Pertambakan merupakan salah satu upaya penyelamatan lingkungan dan sumber ekoniomi bagi masyarakat,” katanya.
“Usaha budidaya ikan dan udang di Kabupaten Pangkep saat ini produktivitasnya semakin rendah, daya dukung lahan atau carryng capacity nya semakin menurun, akibat penggunaan pestisida yang tidak terkontrol,” tambah Syamsuddin Moedji.
Harapan kedepannya adalah mengajak petani tambak untuk kembali mengelola tambaknya dengan SOP yang ramah lingkungan. Bio-Slurry yang ada di Dusun Sampakang, bisa menjadi alternatif penyokong kebutuhan pupuk yang berbasis organik dan probiotik. Dengan kerjasama kolaborasi antara semua stakeholder tentunya akan mempercepat tercapainya tujuan dan harapan yang diinginkan bersama. | M Arif Alif


Tinggalkan Balasan