SimpulRakyat.co.id, Manggarai Timur – Kondisi pendidikan di Indonesia masih sangat memperihatinkan, kususnya pendidikan di daerah terpencil Indonesia Timur.

Pendidikan yang nyaman, aman serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan hal yang sangat diinginkan oleh seluruh pelajar di Indonesia.

Potretan dunia pendidikan di Indonesia bagian timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kabupaten Manggarai Timur, Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), tepatnya di Desa Golo Wontong dan Desa Golo Paleng, sungguh masih sangat jauh dari kata layak, Jumat (10/2).

Para siswa sekolah dasar (SD) tersebut harus menempuh jarak kurang lebih satu kilometer dari rumah. Para pelajar Sekolah Dasar Inpres (SDI) Liang Dalo itu terpaksa harus melewati arus sungai selebar kurang lebih 16 meter untuk sampai di tempat belajar mereka.

Suatu waktu bukan tidak mungkin dapat membayakan keselamatan mereka jembatan gantung yang terbuat dari bambu satu satunya menuju sekolah kini telah rusak akibat tertimpa pohon.

Dengan situasi dan curah hujan yang ekstrim saat ini, siswa-siswi harus menyeberangi sungai dengan arus yang sangat deras sembari menggantungkan keselamatan kepada Tuhan.

Dari pantauan media ini, tampak terlihatĀ  para pelajar SDI Liang Dalo tersebut menyeberangi sungai yang airnya setinggi perut. Beberapa kakak kelas berusaha memegang tangan adik kelasnya yang masih kecil karena khawatir terseret arus sungai yang deras.

Sekolah Dasar Inpres (SDI) Ling Dalo tersebut sudah banyak mencetak alumni namun sampai saat ini belum ada kepedulian dari pemerintah terkhususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Timur.