SimpulRakyat.co.id, Sidrap – Sebanyak 187 rumah warga di Kabupaten Sidrap mengalami rusak akibat disapu angin kencang yang disertai hujan deras, Selasa (03/01/2023) lalu, sekira pukul 01.30 Wita.
Cuaca ekstrim yang merata di Sulsel itu, khususnya di Bumi Nene Mallomo Sidrap, mengakibatkan beberapa rumah dan sarana pendidikan mengalami kerusakan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, sejumlah rumah mengalami rusak parah di beberapa kelurahan/desa yang tersebar di 11 Kecamatan di Kabupaten Sidrap.
Selain itu, 1 orang warga mengalami luka pada bagian kaki, dan 9 kepala rumah tangga terpaksa harus mengungsi.
Berdasar laporan Pusdalops BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang, berikut daftar daerah wilayah kecamatan yang terdampak:
1. Kecamatan Kulo (18 rumah) rusak ringan.
2. Kecamatan Watang Sidenreng (21 rumah): 1 unit rumah rusak berat, 20 unit rusak ringan.
3. Kecamatan Dua Pitue (34 rumah): 1 unit rumah rusak sedang, 33 rusak ringan 2 sarana pendidikan (RR) 1 gedung olah raga (RS).
4. Kecamatan Tellu Limpoe (8 rumah) : 2 unit rumah rusak sedang, 2 unit rumah rusak ringan.
5. Kecamatan Panca Lautang (6 rumah) rusak ringan.
6. Kecamatan Maritengngae (10 rumah): 2 unit rumah rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang, 7 unit rusak ringan.
7. Kecamatan Panca Rijang (7 rumah): 1 unit rumah rusak sedang, 6 unit rumah rusak ringan.
8. Kecamatan Watang Pulu (3 rumah) rusak ringan.
9. Kecamatan Baranti (47 rumah): 5 unit rumah rusak berat, 7 unit rumah rusak sedang, 35 unit rumah rusak ringan, tempat usaha (5 unit) 4 rusak berat dan 1 rusak ringan.
10. Kecamatan Pitu Riawa (18 rumah): 1 unit rumah rusak berat, 17 rumah rusak ringan.
11. Kecamatan Pitu Riase (8 rumah): 2 unit rumah rusak sedang, 6 rumah rusak ringan.
Sebanyak 187 Rumah Terdampak, yakni rusak ringan 160 unit, rusak sedang 18 unit, dan rusak berat 9 unit. Dan sementara untuk prasarana, 2 unit sarana pendidikan (RR) dan 1 unit gedung olahraga (RS), serta tempat usaha (warung cendol) 4 rusak berat dan 1 rusak ringan.
Dilansir dari situs BMKG, diimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yg di prediksi akan melanda wilayah Sulawesi Selatan.


Tinggalkan Balasan