SimpulRakyat.co.id, Sidrap – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia (IPMI) Sidrap melakukan aksi unjuk rasa di Komplek SKPD, Kecamatan Wattang Pulu, Kabupaten Sidrap, Selasa (03/01/2023) kemarin.

Aksi tersebut dikawal oleh para personel dari Polres Sidrap, berjalan dengan aman dan tertib.

IPMI Sidrap menyampaikan aspirasi terkait sejumlah permasalahan yang terjadi di Kabupaten Sidrap.

Terbentang spanduk yang dibawa oleh para Mahasiswa bertuliskan “Raport Merah Pemda Sidrap Perlu Dievaluasi”.

Ketua Pusat IPMI Sidrap, Syahrul Anwar kepada media mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk perhatian kepada Pemda Kabupaten Sidrap dan ada beberapa hal yang perlu dibenahi untuk kebaikan daerah.

“Aksi kemarin sebagai bentuk perhatian dan juga kepedulian kami sebagai masyarakat yang notabenenya adalah generasi pelanjut pembangunan daerah. 4 tahun perjalanan kepemimpinan pak Dollah Mando di Sidrap tentu masih ada beberapa hal yang harus dibenahi demi kebaikan daerah,” katanya.

Ketua Pusat IPMI Sidrap, Syahrul Anwar. (Foto: Satry/SimpulRakyat.co.id).

“Salah satu yang paling vital tentu adalah penyakit masyarakat yang sudah bersifat menular dalam hal ini pencegahan tingkat pelaku Sobis dan Narkotika yang dimana masih kurang upaya preventif dari pemerintah daerah yang kemudian melahirkan beberapa masalah lanjutan seperti maraknya pembukaan THM di daerah kita,” lanjutnya.

Menurutnya, IPMI Sidrap menilai kurangnya perhatian Pemda untuk mendukung beberapa ide, gagasan serta aksi untuk mendongkrak citra daerah.

“Sederhana saja dari kami, tingkatkan perhatian Pemda ke seluruh jajaran pemuda yang masih peduli akan nama baik di Pemda. Di Kota Makassar, kami adalah masyarakat daerah yang kerap dikait-kaitkan dengan beberapa penyimpangan, dituding sebagai pelaku Sobis serta Pengedar Narkoba sudah menjadi tudingan yang kerap kami terima di Makassar dan sinergitas Forkopimda juga masyarakat seharusnya dibenahi untuk membangun citra daerah,” tutupnya.

Aksi ini ditutup dengan melakukan Audiensi ke Pemda Kabupaten Sidrap, diketahui aksi tersebut mendapat respon positif dari pemerintah kabupaten.