SimpulRakyat.co.id, Sidrap – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Sidrap menggelar salah satu kegiatan FGD mengangkat tema tentang Kebijakan Perubahan Iklim, Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Hutan Adat di Komunitas Adat Cenreanging dan Komunitas Adat Sando Batu Kabupaten Sidrap di Panti Asuhan Sejahtera Aisiyah Pangkajene, Jln Landaung kecamatan Maritengngae, Selasa (20/12/2022) kemarin.
Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat peran penyandang disabilitas komunitas adat Cenreanging di wilayah administrative Desa Bina Baru dan Desa Maddenra serta komunitas adat Sando Batu di wilayah administrative Desa Compong dan Desa Leppangeng agar mampu dan terlibat secara aktif dalam upaya-upaya merespon dampak perubahan iklim termasuk dalam pengambilan keputusan di tingkat lokal untuk penyusunan perencanaan pembangunan dan pengelolaan Sumber Daya Alam di wilayah adatnya.
Jumaini Ketua Himpunan Wanita disabilitas indonesia(Hwdi) kab.sidenreng rappang menjelaskan bahwa ada beberapa rangkaian yg dilakukan.kegiataan-kegitan tersebut sebagai Penguatan sumber daya perempuan disabilitas melalui pemberdayaan agar dapat berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan di daerahnya.
“Pada tanggal 13-15 Desember 2022 membahas masalah perubahan iklim,sumber daya alam pada 2 komunitas adat Cendreannging dan sando batu dan di 4 desa ma’dendra dan bina baru. Dan Compong dam leppangeng bgamana supaya akses disabilitas distu perlu diperhatikan terutama perempuan disabilitas di 4 desa ini,” ujarnya.
“Belajar masalah perempuan terutama disabilitas di 2 komunitas di 4 desa mulai dari pelecehan seksual, pemerkosaan, diskriminasi dan eksploitasi apalagi pernikahan di bawah umur, pembahasan tersebut pada tanggal 17-18 Desember 2022,” lanjutnya.
Kemudian terkait dampak perubahan iklim narasumbernya berasal dari Pemda Kabupaten Sidrap melalui instansi-instansi terkait dihadiri oleh aparat desa setempat.
“Tanggal 20 Desember 2022 masalah dampak perubahn iklim dan sumber daya alam di 2 komunitas Cendreannging dan sando batu dari 4 desa juga membahas tentang PERPU kemudian di usulkan SK di desa-desa tersebut dan dihadiri oleh BPD desa lalu narasumber dari kabupaten Sidrap Yakni PMD, Litbanppeda, Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sidrap,” katanya.
Untuk diketahui, HWDI Sulawesi Selatan fokus organisasi adalah menguatkan sumber daya perempuan disabilitas melalui pemberdayaan agar dapat berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan di daerahnya termasuk dalam pembentukan kebijakan pembangunan di daerahnya baik terkait iklim atau kebijakan pembangunan lainnya mulai dari tingkat desa hingga tingkat Kabupaten Sidrap.
Selain itu perempuan disabilitas diharapkan juga mampu menjadi agen perubahan di komunitasnya.


Tinggalkan Balasan