SimpulRakyat.co.id, Barru – Warga Dusun Menrong, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, keluhkan kurangnya perhatian pemerintah dalam perbaikan jembatan penghubung di Galung Salae yang rusak akhir tahun 2021, pasalnya jembatan tersebut belum diperbaiki.
Diketahui, jembatan itu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Galung Salae menjadi akses utama masyarakat, khususnya bagi anak sekolah.
Namun, saat ini belum ada sentuhan untuk perbaikan, sehingga masyarakat berinisiatif untuk melakukan perbaikan dengan cara gotong royong, Minggu (30/10/2022).
Masyarakat sadar bahwa anak-anak mereka butuh jembatan ini sagai akses untuk ke sekolah. Sementara itu, masyarakat dengan kapasitas yang belum memadai, mereka hanya membangun jembatan darurat agar aktivitas kesehariannya terus berjalan.
Salah satu warga Dusun Menrong yang menolak disebutkan namanya mengatakan, jika tidak bisa jembatan besi atau jembatan gantung itu tidak masalah, yang jelas ada perbaikan yang bisa kembali dilewati tanpa melawan arus sungai.
“Jika tidak dapat diperbaiki menjadi jembatan besi atau jembatan gantung tidak ada masalah, kami masyarakat hanya butuh perbaikan yang penting bisa dilewati tanpa harus melawati sungai lagi, tidak ada semen dan besi Kayu pun jadi, begitulah pepatah yang bisa dikatakan masyarakat Dusun Menrong, Desa Harapan, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru,” jelasnya.
Lanjut dikatakan, warga desa setempat menaruh harapan besar kepada pemerintah agar secepatnya kondisi tersebut mendapat perhatian.
“Kurang lebih satu tahun kami telah bersabar, namun tidak juga ada tanda- tanda bantuan akan datang, kasihan kami masyarakat setiap hari harus berjalan kaki melewati sungai yang luas dan dalam, terlebih-lebih anak sekolah kami juga harus melewati jalur tersebut,” ujar dengan ekspresi sedih.
Diketahui, mulai Desember 2021 sampai hari ini sudah 3 kali masyarakat gotong royong membuat jembatan darurat, dua di antaranya juga hilang terbawa arus sungai, dan yang paling menyedihkan ada 1 jembatan darurat yang di buat masyarakat pada pagi hari, selesai siang dan sore harinya sudah hilang terbawa air.
“Masyarakat berharap semoga jembatan darurat kali ini yang dikerjakan bisa bertahan sampai ada perhatian dari pemerintah,” pungkas dia.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Barru hingga Pemerintah Desa Harapan belum memberikan keterangan resmi terkait kebutuhan warga Dusun Menrong tersebut.


Tinggalkan Balasan