SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kepala Desa Tabo-tabo, Hairil Anwar bersama Kepala staf Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang membahas bendungan yang ada di Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Jumat (1/4/2022) kemarin.

Pada kesempatan ini, Hairil Anwar menyampaikan kepada staf Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang bahwa manfaat bendungan Desa Tabo-tabo kurang maksimal untuk masyarakat.

“Fungsi serta tujuan dan manfaat dibangunnya bendungan ini yang berada di Desa Tabo-tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, kurang bermanfaat untuk mesyarakat Tabo-tabo karena tidak mengaliri sedikit pun persawahan masyarakat Tabo-tabo, bahkan sebaliknya, malah menjadi momok menakutkan jikalau musim hujan tiba,” terangnya.

Hairil juga menyampaikan, setiap tahunnya Desa Tabo-tabo terjadi bencana longsor serta banjir menggenangi persawahan masyarakat akibat bendungan tersebut.

“Banjir tidak hanya terjadi di Desa Tabo-tabo itu sendiri, bahkan di sekitar wilayah Kota Pangkep juga mengalami dampak banjir yang besar setiap tahunnya yang sangat merugikan dan meresahkan masyarakat,” ujar Hairil Anwar.

Kepala desa Tabo-tabo Hairil Anwar menilai penempatan bendungan tersebut kurang tepat dan membutuhkan perhatian Khusus.

“Penempatan bendungan ini tidak tepat dan perlu perhatian khusus untuk desa Tabo-tabo, perlu menambah atau membangun mercusuar raksasa yang dimana debit air sungai dari tiga kabupaten, yakni air sungai sungai Kabupaten Barru, Kabupaten Bone dan Kabupaten Pangkep itu sendiri,” katanya.

“Kami berharap saat musim penghujan, bendungan Tabo-tabo air yang begitu bayak melimpah dan berharga pada saat musim hujan ini terbuang percuma, seharusnya di musim kemarau para petani dapat dialiri saluran irigasi dari bendungan, semua dapat terpenuhi air persawahan yang ada di Kabupaten Pangkep, maka petani bisa meningkatkan hasil pertaniannya sampai dua tiga kali panen,” tambah Hairil Anwar.

Dalam bicang-bincang tersebut, kepala desa Tabo-tabo berharap ada solusi banjir setiap tahun, disampaikan juga dalam waktu dekat, dirinya akan menyurat ke Kepala Balai Besar Wilayah sungai Pompengan Jeneberang Sulsel untuk meminta perhatian khusus pemerintah pusat terhadap bedungan di desanya.

Reporter: Faried
Editor: Sukma Paramita