SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Sekolah di wilayah terpencil seperti daerah kepulauan sungguh berbeda dengan sekolah yang berada di kota. Perbedaan itu nampak mulai dari fasilitas pedidikan, latar belakang siswa, hingga kualitas guru.
Terkhusus kualitas guru, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kompetensi paedagogik guru dalam memilih model pembelajaran.
Hal itu disampaikan Kepala UPT SDN 13 Gondong Bali, Syamsinar, lewat rilis tertulinya ke redaksi media SimpulRakyat.co.id di Kabupaten Pangkep, Selasa (21/12).
Syamsinar mengatakan, masalah yang dihadapi pendidik di sekolahnya adalah keterbatasan pengetahuann guru tentang penggunaan metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP.
“Sebagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung. Hal ini jelas mempengaruhi kualitas pendidikan,” terang dia.
Kendati demikian, Syamsinar bertekad untuk memajukan kualitas siswanya setara dengan siswa yang ada di kota. Tentu, hal yang utama harus ditingkatkan adalah kualitas guru.
“Jumlah guru 8 orang dan semua Non-PNS, sudah memenuhi standar jumlah tenaga kependidikan sekolah. Semua guru sudah berkualifikasi S1,” tambah Syamsinar.
Lanjut dikatakan, standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SDN 13 Gondong Bali belum terukur secara menyeluruh, hal itu disebabkan belum ada hasil penilaian yang mengukur tingkat pencapaian kompetensi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.
Diketahui, dalam Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) yang dibuatnya pada Diklat Calon Kepala Sekolah, Syamsinar mengangkat tema “Peningkatan Kemampuan Guru Melalui IHT (In The House Training) Penerapan Teams Games Tournament UPT SDN 13 Gondong Bali”.
Dia menjelaskan, tema tersebut diambil sebagai upaya untuk meningkatkan kempetensi guru menggunakan metode pembelajaran yang variatif melalui IHT di magang 1 masih rendah dalam kegiatan pembelajaran.
“Harapan saya nanti agar guru terampil memilih model pembelajaran dalam proses pembelajaran, guru lebih kreatif memilih model pembelajaran. Serta hasil belajar siswa meningkat dan terwujudnya pencapaian student wellbeing (kegembiraan siswa),” ucapnya.
Syamsinar memaparkan, pada tahap pelaksanaan kegiatan RPK siklus 2, ia berencana meningkatkan indikator pada kompetensi yang lemah berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pada siklus satu.
Selain itu, ia juga melaksanakan kegiatan hasil evaluasi siklus 1 yang skornya lemah dampak guru, yaitu penerapan model pembelajaran di kelas. Melaksanakan kegiatan hasil evaluasi siklus 1 yang skornya lemah dampak bagi siswa, yaitu semua indikator belum maksimal tercapai.
“Dampak dari pelaksanaan proyek kepemimpinan ini yang dapat dilihat dari peserta didik adalah berupa peningkatan kemampuan pengetahuan dalam proses pembelajaran yakni dengan nilai prestasi peserta didik yang meningkat,” pungkas Syamsinar.
Ia berharap dari pelaksanaan proyek kepemimpinan ini semangat peserta didik meningkat dalam mengikuti pelajaran, ditandai dengan semakin rajin dalam mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Sekadar diketahui, SDN 13 Gondong Bali terletak di Pulau Gondong Bali, Desa Mattiro Matae, Kecamatan Liukang Tupabbiring. (**)
Editor: Ahmad


Tinggalkan Balasan