SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komando Garuda Sakti Lembaga Aliansi Indonesia, Sulawesi Selatan (KGS LAI Sulsel), Muh Bahar Razak meyayangkan adanya kabar patungan sumbangan warga di kepulauan Kecamatan Liukang Tangaya untuk menjamu kunjungan kerja Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL).

Menurut Bahar Razak, memungut sumbangan dari warga pulau itu tidaklah etis di masa pandemi ini, dimana warga sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Hal itu tidak semestinya terjadi, toh untuk membiayai jamuan tamu bisa dibebankan pada anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) melalui dana makan-minum tamu yang bersumber dari ADD (Alokasi Dana Desa-red),” kata Bahar ke media ini saat dimintai tanggapannya via Handphone, Senin (18/10).

Lanjut dikatakan, jelas kabar tersebut mendapat berbagai tanggapan miring dari publik, kendati demikian, kata Bahar Razak, yang mesti disorot adalah penggunaan dana makan-minum yang tertuang dalam APBDes di desa wilayah kecamatan Liukang Tangaya selama ini.

“Jadi, selama ini ADD untuk makan-minum yang dianggarkan setiap tahun di APBDes dipakai apa? jika biaya menjamu kunjungan pejabat dipungut dari patungan warga,” ketus Aktivis Sulsel yang getol memperjuangkan hak-hak rakyat kecil ini.

Muhammad Bahar Razak. (Foto: Istimewa).

Sementara itu, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menanggapi uang patungan tersebut, menurut MYL, kunjungan kerja iniĀ  merupakan silahturahmi dan memberikan bantuan kepada masayarakat kepulauan.

“Terkait jamuan tersebut, mau dikasi jamuan atau tidak, itu tidak masalah buat saya,” kata Yusran melalui pesan singkat, Sabtu (16/10) lalu.

MYL menambahkan, walaupun masyarakat memberikan jamuan, kemungkinan itu bentuk perhatian masyarakat.

“Meski ada jamuan, saya rasa wujud perhatian masyarakat kepada bupatinya (Pimpinan) dan rombongan,” tambah dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, patungan itu berlangsung di Pulau Sumanga, Desa Balo-Baloang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.

Laporan: AAN
Editor: Ahmad