SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Mekanisme pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 27 desa di Kabupaten Pangkep yang telah melewati tahap pencabutan nomor urut calon kepala desa (Kades), pada Senin (11/10) lalu, mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Belum lama ini, sejumlah mahasiswa dan beberapa oknum menyerukan sikap berlawanan terhadap pelaksanaan Pilkades di Pangkep yang sementara berlansung itu.

Hal itu ‘menyeruak’ saat salah seorang bakal calon kepala desa (Bacakades) asal  Tabo-tabo, H Mansyur terpaksa dinyatakan tidak lolos alias gugur sebagai calon kepala desa.

Diketahui, sesuai regulasi yang berlaku dalam Pilkades ini, bagi desa yang memiliki calon lebih dari lima akan diseleksi yang pada akhirnya menjadi 5 calon Kades saja.

Salah satu Tim Penguji Cakades, Zaldin Hidayat SH yang ditemui di salah satu Warkop di Jalan Matahari,  Kabupaten Pangkep, Jumat (15/10) kemarin, mengatakan, tahapan seleksi calon kades ini diawali peserta memasukkan berkas, di antaranya company profile yang terlebih dahulu diperiksa panitia seleksi pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Pangkep, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Jadi isu yang beredar saat ini, baik di media online, maupun elektronik itu hoax dan tidak benar, statement tersebut multitafsir karena penilaian atau pembobotan Bacalon Kades itu ada standar atau passing grade yang sudah ditentukan,” kata Zaldin Hidayat.

Lanjut dikatakan, uji kompetensi bagi peserta bakal calon Kades memiliki syarat ambang batas atau passing grade kelulusan, yakni untuk nilai ujian tulis 60 persen dan ujian wawancara 40 persen.

“Jadi tidak benar yang dikatakan oleh salah seorang Bacalon Kades yang telah gugur bahwa dia jatuh di ujian wawancara. Padahal hasil nilai ujianya berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan di media. Ujian tulisnya sangat rendah, sedangkan hasil ujian wawancaranya sangat tinggi,” terang Zaldin Hidayat.

Pada kesempatan ini, Zaldin Hidayat menegaskan, pihaknya telah menjalankan tugas secara profesional tanpa tendensi politik.

“Pesan saya selaku Tim Penguji, marilah kita sadar diri terhadap kemampuan kita. Mungkin bukan rezekita’ di kepala desa karena kami tim penguji tidak ada sekat-sekat politik dan tidak ada tebang pilih. Saya menjalankan tugas saya selaku tim penguji profesional dan kredibel, tidak ada nuansa politik di dalamya,” pungkas dia.

Reporter: Anwar Bro
Editor: Ahmad