SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Forum Komunikasi Masyarakat Pulau Pangkajene dan Kepulauan (FKMP-Pangkep) menyurati PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) untuk segera mengoperasikan KM Sabuk Nusantara 66 (R-60) di wilayah kepulauan Pangkep, khususnya di Kecamatan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya, Sabtu (7/8).

Dalam surat tersebut, FKMP-Pangkep menyebut tidak beroperasinya kapal perintis ini berdampak pada buruknya perekonomian dan pelayanan kesehatan masyarakat di enam belas desa/kelurahan yang tersebar di dua kecamatan terpencil kepulauan Pangkep itu.

“Terhambatnya distribusi bahan pangan sembako, berakibat terjadinya kelangkaan bahan pangan dan disparitas harga sembako, susahnya petugas kesehatan mendapatkan akses menuju pulau tempat tugas mereka, terhambatnya distribusi obat-obatan dan vaksin, akibatnya program penyelenggaraan vaksinasi untuk daerah kepulauan kabupaten Pangkep jadi terlambat,” tulis FKMP Pangkep dalam surat tersebut.

Surat FKMP Pangkep ke PT Pelni Makassar terkait permohonan pengoperasian kapal perintis KM Sabuk Nusantara 66. (Hasil screenshot/SimpulRakyat.co.id).

Sementara itu, Koordinator FKMP Pangkep wilayah Liukang Kalmas, Ardan Aidin menyebut, desakan pengoperasian KM Sabuk Nusantara 66, lantaran kapal-kapal tradisional milik nelayan tidak diperbolehkan mengangkut dan membawa penumpang oleh pihak Syahbandar setempat, karena masalah perizinan bukan untuk angkutan penumpang.

“Satu-satunya harapan kami saat ini adalah beroperasinya kembali kapal perintis (KM Sabuk Nusantara-red),” singkat Ardan saat dihubungi media ini.

Sekadar diketahui, kapal perintis KM Sabuk Nusantara 66 ini memiliki rute pelayaran dari Kota Makassar-Maccini Baji-Pulau Dewakang Lompo-Kalukalukuang-Pammantauang-Balobaloang-Matalaang-Sapuka lompo-Tampaang-Sailus-Badas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pelni Makassar.

Penulis: Ahmad
Editor: Ahmad