SimpulRakyat.co.id, Kutai – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur (Kutim) bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengundang perwakilan Asosiasi Pedagang Kopi (APK) serta Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) dan mahasiswa berdiskusi penanganan Covid-19 dalam operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kegiatan bertema ‘Merdeka di Masa Pendemi’ ini berlangsung di ruang panel gedung DPRD dan dihadiri ketua komisi-D. DPRD Kutai Timur dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), Selasa (24/8)
Saat sambutan, ketua KNPI Kutim Lukas menyampaikan tujuan kegiatan ini “Jadi kami hadirkan diskusi untuk menjadi jembatan bagi masyarakat kepada pemerintah dan stakeholder lainnya, bagaimana memaksimalkan penanganan pandemi ini, serta masukan yang akan didapat nantinya sehingga pelaksanaan mengenai penanganan Covid-19 dan juga penerapan PPKM di Kutim semakin baik kedepannya,” ujarnya.
Ditempat yang sama, perwakilan Satgas Covid-19 Kutai Timur, kepala bidang kedaruratan, logistik dan peralatan BPBD Muhammad Naim atau yang lebih akrab disapa Naim menjadi pemateri dalam diskusi tersebut menyampaikan covid-19 mengalami penurunan.
“bahwa kondisi covid-19 di Kutim saat ini sedang mengalami tren yang menurun per tanggal 23 agustus kemarin tidak ada penambahan jumlah kasus aktif, sementara total kesembuhan pasien sebanyak 42 dari 47 total penambahan kasus,” terangnya.
Mewakili pemerintah dan satgas covid ia menyatakan bahwa pelaksanaan PPKM darurat level 4 kemarin kini sudah di ganti dengan operasi yustisi yang memberlakukan pengecekan massal di tempat berpotensi kerumunan.
“Setelah melakukan evaluasi mendalam, kami memilih untuk mengganti pelaksanaan PPKM dengan operasi yustisi yang ketat, saat ini berdasarkan pelaksanaan operasi yustisi dengan melakukan tes swab acak di beberapa tempat belum ada ditemukan kasus positif covid” jelas Naim.
Dikesempatan yang sama pemilik kedai Dhandy Juliawan menyampaikan bahwa dirinya sangat merasakan dampak saat terjadi pelaksanaan PPKM darurat dan penyekatan di Kutim, omset turun drastis dan beberapa karyawannya terpaksa harus mendapatkan pengurangan dan jam kerja.
“Kami mendukung langkah pemerintah dalam penanganan Covid-19, saya pun merasakan dampak itu, hari ini saya hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari, yang penting gak tutup aja agar karyawan masih bisa kerja, kami berharap pemerintah segera lakukan vaksin agar kesehatan pulih dan ekonomi bangkit,” harap Dhandy
Menanggapi hal itu Maswar selaku Ketua Komisi D DPRD Kutai Timur yang membidangi kesejahteraan masyarakat menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang berupaya melakukan yang terbaik untuk penangan covid-19.
“Upaya yang dilakukan pemerintah saat ini perlu juga didukung, namun pemerintah harus melakukan keterbukaan data tentang situasi dan jumlah kasus di Kutim, mana yang menjadi cluster terbanyak dengan begitu akan berakhir pada kebijakan yang tepat, selain itu satgas juga harus memberikan keterbukaan terhadap hasil evaluasinya agar masyarkat dapat lebih tenang,” ujar Maswar.
Selanjutnya mewakili DPD KNPI Kutai Timur Faisal selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi dan UMKM DPD KNPI Kutai Timur, membahasakan hal yang dapat dilakukan untuk membantu pengusaha ultra mikro dan mikro yang terpukul akibat pandemi.
“Sudah saatnya bangun rasa saling perduli dengan pengusaha skala menengah, kecil bantu pengusaha mikro dan ultra mikro dari sisi permodalan dan pemasaran, pengusaha milenial, content creator dan influencer yang melek teknologi dapat dimanfaatkan untuk berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi seperti membantu dalam memviralkan produk atau usaha pelaku UMKM yang terdampak,” ujarnya.
Reporter: Faried
Editor: Ahmad


Tinggalkan Balasan