SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Gerakan Pelajar Mahasiswa (GEMA) Garda Nusantara (GN) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menolak pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di wilayah Kabupaten Pangkep, Senin (2/8/2021).
Ketua Gema GN DPC Pangkep Ardan Aidin menyampaikan, pihaknya menolak tahapan Pilkades serentak dikarenakan Pangkep masuk dalam catatan Covid-19 tertinggi, hal ini diungkapkan Ardan saat ditemui di salah satu Warung Kopi (Warkop) yang ada di Kota Makassar.
“Kami tidak terima atau menolak tahapan Pilkades serentak, alasan kami sederhana saja, kita sama-sama ketahui sekarang kondisi Pangkep sudah masuk level 3 (tiga) kasus Covid-19, dan pemilihan desa itu tidak menutup kemungkinan akan melakukan kerumunan harusnya kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) harus memikirian ini, apa salahnya jika ditunggu membaik situasi dulu baru dilaksanakan,” ujarnya.
Ditambahkan, dirinya juga berharap agar Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) menyikapi terkait tahapan Pilkades ini.
“Kami berharap Bupati Pangkep MYL mengintruksikan untuk menunda pemilihan kepala desa serentak ini, demi kesehatan dan keselamatan masyarakatnya karena ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 apa lagi Pangkep masuk dalam Level 3, ini tercatat parah,” pungkasnya.
Sementara itu, sebelumnya dalam rapat koordinasi persiapan Pilkades, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menyampaikan kepada pihak yang terlibat, agar Pilkades ini dilaksanakan secara maksimal. Terutama terkait keamanan dan kesehatan.
“Dalam Pilkades, Pastikan digelar dengan SOP penerapan protokoler kesehatan. Kita sangat berharap, Pilkades berjalan aman dan bebas Covid-19,” kata MYL saat memimpin rapat koordinasi tersebut.
Sekadar diketahui, menurut kepala dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (PMD) Pangkep, Abd Haris Has, kasus Covid-19 level 3 dimungkinkan untuk gelar Pilkades serentak.
“Level 3 boleh gelar Pilkades selama ada rekomendasi dari Satgas. Hasil rapat tadi, Alhamdulillah Satgas menyampaikan kita bisa laksanakan Pilkades,” ujar dia.
Kendati demikian, kata Abd Haris, jika kondisi Covid-19 naik pada level 4 maka semua pentahapan dihentikan.
Diketahui, Pilkades dijadwalkan 20 Oktober mendatang. Tahapan akan dimulai awal 7 Agustus, dengan pembentukan panitia Pilkades.


Tinggalkan Balasan