SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemberhentian operasi kapal perintis KM Amukti Palapa oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai tindak lanjut terkait adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kembali terjadi,  hal itu mendapat sorotan Aktivis asal Kepulauan Pangkep.

Salah seorang aktivis pegiat sosial kemanusiaan, Muhammad Ramli selaku Founder Jaringan Kemanusiaan mengatakan bahwa kebijakan yang diambil pihak DJPL adalah kebijakan yang salah sebab mereka tak paham kondisi Kepulauan Pangkep.

“Mereka harus tahu bahwa karena tidak beroperasinya kapal perintis ini mengakibatkan terhambatnya mobilisasi bahan pangan (Sembako) dan obat-obatan menuju pulau-pulau Pangkep,” ucap Muhammad Ramli.

Lebih lanjut Muhammad Ramli menjelaskan, kapal perintis adalah satu-satunya andalan masyarakat dan tenaga kesehatan saat ini mengingat kapa-kapal nelayan tidak diperbolehkan membawa penumpang oleh pihak Syahbandar setempat.

“Makanya masyarakat mengandalkan perintis untuk mobilisasi Sembako untuk 9 desa di wilayah Kecamatan Liukang Tangaya Pangkep dan juga untuk pengiriman obat-obatan oleh tenaga kesehatan, bahkan kapal perintis ini sangat sering digunakan untuk merujuk pasien,” jelas Muhammad Ramli.

“Kami berharap pihak DJPL Kemenhub & KSOP Bima secepatnya bisa kembali mengoperasikan kapal perintis KM Amukti Palapa supaya masyarakat pulau Pangkep bisa kembali terlayani,” tutup anak pulau ini.