SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Gerakan Pelajar Mahasiswa (GEMA) Garda Nusantara, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berunjukrasa mempertanyakan inovasi Dinas Pendidikan Pangkep asas kemanfaatan “Kelas Perahu” untuk wilayah kepulauan Pangkep.

Ketua GEMA Garda Nusantara DPC Pangkep Ardan Aidin dengan belasan massa berdemonstrasi di dua titik, yakni di depan Taman Musafir dan di depan gedung kantor DPRD Kabupaten Pangkep, Rabu (28/7/2021).

Pada aksi itu, Ardan Aidin mempertanyakan inovasi “Kelas Perahu” di kepulauan Liukang Kalmas dan Liukang Tangaya yang sudah mendunia itu.

Selain itu, dia juga merasa ada yang aneh dikarenakan ada data untuk Agustus 2020 namun diduga belum diterapkan.

“Selama ini Kelas Perahu yang sering diperbincangkan di Masyatakat kepulauan bahkan sudah mendunia, kami menganggap itu masih penuh tanda tanya di wilayah Kecamatan Liukang Kalmas dan Kecamatan Tangayya karena kami melihat di sana diduga belum diterapkan, namun anehnya ini sudah memiliki data siswa kelas perahu,” jelasnya.

Ditambahkan, Ardan juga merasa ada yang aneh dalam data tersebut karena dirinya menemukan nama siswi yang tercatat aktif sekolah SD masuk dalam daftar peserta Kelas Perahu.

“Maka kami meminta kepada DPRD Pangkep untuk betul-betul memperhatikan inovasi Kelas Perahu ini, kalau perlu bubarkan saja lantaran kami menduga ini tidak bermanfaat di sana (Liukang Kalmas dan Tangaya-red) karena tidak mungkin ada orang tua yang mengizinkan anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP pergi melaut (ikut melaut),” pungkas Ardan.

Sekadar diketahui, inovasi Kelas Perahu itu telah meraih penghargaan tingkat nasional, serta Pemkab Pangkep telah diundang oleh PBB untuk menerima penghargaan di Republik Azarbaijan atas inovasi tersebut.