Forum Keadilan untuk Tanah Animha Merauke Gelar Demo Tandingan

  • Whatsapp
Aksi Forum Keadilan untuk Tanah Animha Kabupaten Merauke saat demo di Kantor DPRD Merauke.

SimpulRakyat.co.id, Merauke – Mengambil tempat di Kompleks Mangga Dua Kelurahan, Kelapa Lima, Distrik Merauke sejak pukul 06.30 Wit telah kumpul ribuan massa pendukung Bupati Merauke, Romanus Mbaraka yang menamakan diri Forum Keadilan untuk Tanah Animha Kabupaten Merauke siap gelar demo tandingan yang merupakan balasan terhadap aksi sebelumnya, dimana ada pihak mempersoalkan ijazah dan gelar Bupati Merauke, Drs Romanus Mbaraka, Jumat (16/4/2021).

Aksi yang dimotori oleh Moses Kaibu dan Anton Kaize ini, memulai aksi dengan mendatangi rumah kediaman Paskalis Imadawa salah satu seorang tokoh Papua Selatan dan aktor yang mana hari sebelumnya juga gelar demo menuntut keadilan dan mendukung supremasi hukum di Kabupaten Merauke.

Baca Juga

Setelah berorasi menyampaikan pendapat dan harapan forum ini melanjutkan perjalanan menuju rumah kediaman yang juga merupakan Kantor Notaris Aloysius Dumatubun di Jalan Sumatera Kelurahan Karang Indah Merauke dan menggelar unjuk rasa di halaman depan rumah. Forum meminta dan mendesak Aloysius Dumatubun untuk tahu menghargai anak-anak Malind.

Forum kemudian menuju Polres Merauke dan selanjutnya di Kantor DPRD Merauke jalan Brawijaya Merauke. Forum aksi disambut oleh Pimpinan DPRD Merauke dan anggota lainnya.

Dalam Orasinya, mereka mengecam keras upaya yang dilakukan Notaris Aloysius Dumatubun yang telah mempersoalkan ijazah dan gelar akademik Bupati Romanus Mbaraka, serta dengan tegas mengancam akan mengusir Notaris Aloysius Dumatubun dari Kabupaten Merauke, jika terus- menerus mengganggu dan merongrong kewibawaan Pemerintahan Bupati Romanus Mbaraka.

“Kepada saudara-saudaraku Keluarga Besar Suku Kepulauan Kei, dari lubuk hati yang dalam kami tidak marah kamu orang. Kami dengar cerita, kami tahu itu bahwa kamu punya leluhur yang datang dari pulau-pulau Kei membawa Kitab Suci Injil. Bergerak dari kampung ke kampung mengarungi ombak, laut dan rawa mengajar kami punya orangtua dan hari ini kami juga sudah sekolah dan sama seperti kamu. Abangku terkasih Aloysius Dumatubun, Tetemu adalah distrik pertama di Pulau Kimaam. Jangan khianati upaya-upaya membangun cinta kasih di atas tanah ini,” ujar Antonius Kaize selaku motor penggerak aksi yang juga merupakan mantan Ketua KPUD Merauke periode sebelumnya ini.

Selanjutnya diingatkan dengan tegas kepada semua suku dan penduduk Merauke untuk hidup saling menghargai

“… Tolong hargai kami pemilik negeri ini dan kami pun telah menghargai kalian. Jangan bikin kami marah kepada kamu.” kata Anton.

Melanjuti orasi diatas Moses Kaibu yang bertindak sebagai motor dan koordinator aksi menyampaikan,

“Hari ini saya datang bukan dalam kapasitas sebagai anggota dewan, tetapi sebagai salah satu putera Kimaam. Kami datang dengan satu tujuan bahwa kebersamaan di Merauke ini milik kita. Bagi semua saudara yang menjadi anak perintis, kamu harus selalu dan wajib menaungi kami. Bukan jadi musuh kami. Tanpa kalian, kami tak mungkin ada. Tanpa kami, kalian tak mungkin ada. Dengan segala kerendahan hati dan keterpaksaan kami datang melakukan demo pada hari ini,” ujar Moses Kaibu yang juga adalah anggota DPRD Kabupaten Merauke.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Merauke, Ir. Benyamin Latumahina yang terjadi menyampaikan sedikit uraian bahwa aksi ini merupakan bentuk ujian kepada seorang pemimpin sejati.

“Saudara-saudara sekalian, kita musti yakin dan percaya ketika seorang pemimpin itu dia bisa melewati cobaan, bisa melewati tantangan, itu bisa dipakai Tuhan. Saya yakin dan percaya Bapak Romanus profesional. Dia akan melewati tantangan dan cobaan ini. Dia akan berdiri tegak dan menjalankan roda pemerintahan dengan baik,” kata Beny Latumahina.

Berita Menarik Lainnya