Polisi Kejar Penyebar Fitnah “Dekkeng” Terhadap Kapolres Pangkep

  • Whatsapp
Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji di hadapan awak media.

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemilik akun media sosial (Medsos) Facebook, M Syawir M Rhanggalawe terancam dipidana, pasalnya ia diduga telah melecehkan institusi Polri, khususnya Polres Pangkep.

Di hadapan awak media, Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji menyayangkan unggahan akun tersebut, pasalnya akun itu dinilai menuding aparat kepolisian lingkup Polres Pangkep tidak netral di Pilkada, Kamis (15/10/2020).

Baca Juga

Berikut unggahan tersebut

“SELAMAT DATANG BAPAK KAPOLRES PANGKEP YANG BARU AKBP ENDON NURCAHYO S.I.K. SEMOGA MAMPU JADI PENGAYOM YANG BAIK DAN ADIL BUAT SELURUH LAPISAN MASYARAKAT PANGKEP… #MUDAH2N PENGHUNI GROUP INI YANG SDH BERMIMPI DAN BERHAYAL UNTUK MENANG… TAMBAH RONTOK PALA BOTAKNYA!!! SIAPKAN MEMANG MAKI PARAMEX… HBR DN KAWAN2 !!!

SPIRIT DAN SEMANGAT BARU BUAT PARA MILITANS RAMAH MAGELLOMENTONG.. TIDAK ADAMI DEKKKENGNA ITU SANAE…!!!!”

Diketahui, selain berisi narasi yang dianggap fitnah dalam unggahan akun yang diduga milik M Syawir M Rhanggalawe itu, ia juga melampirkan foto Kapolres Pangkep.

“Terkait masalah itu kita sudah laksanakan penyelidikan,” kata AKBP Ibrahim Aji.

Lanjut diterangkan, Satreskrim Polres Pangkep telah mengeluarkan surat penyelidikan.

“Kita pun telah memanggil sejumlah saksi untuk mendalami kasus ini. Kita juga akan memanggil saksi ahli bahasa. Dalam dua tiga hari. Insya Allah ada hasilnya,” ungkapnya.

Dikatakan juga, persoalan mutasi dirinya tak ada ranah politik, sebab kata dia, hampir semua Kapolres di Sulsel ikut terkena mutasi.

“Yang jelas pergeseran ini tidak ada hubungannya dengan Pilkada,” kata dia.

Soal Pilkada Pangkep, AKBP Ibrahim Aji mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas.

“Tentunya ini (Pilkada) sudah menjadi komitmen kita di Kepolisian dan kita sudah sampaikan kepada personil, baik tulisan maupun lisan terkait netralitas harus dijaga dan sampai kapanpun harus dijaga,”

“Kita tidak mendukung salah satu Paslon, memprioritaskan salah satu paslon dan sebagainya, yang jelas netralitas hal yang harus kita patuhi bersama,” ujar dia.

Ia juga menerangkan, pihaknya tetap menjaga marwah, harkat dan martabat organisasi kepolisian yang terikat kode etik dan harus dijunjung tinggi demi menjaga profesionalitas.

“Kalau saya pribadi tak ada urusan dengan Pilkada. Saya menjaga marwah dan tidak pernah ikut urusan Pilkada,” tegas AKBP Ibrahim Aji.

Dia pun berharap, persoalan ini bisa menjadi contoh untuk masyarakat, terkhusus warga Pangkep agar bijak dalam bermedia sosial.

“Semoga tidak ada lagi hal seperti ini,” ujarnya.

Sekadar diketahui, bila pemilik akun itu terbukti bersalah, maka ia terancam UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara. (Ismail K)

Disarankan Untuk Anda :