SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Angkatan Muda Muhammadiyah Pangkep yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) mendatangi pihak RSUD Batara Siang (RSBS) guna bertabayyun terkait kasus kematian janin dalam rahim.
Hal itu berlangsung pada Jumat (4/9) di RSUD Batara Siang, sebagai bentuk kontrol sosial AMM Pangkep terhadap kasus yang terjadi di RSBS.
Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Bidang Politik Hukum dan HAM, Saifullah Bonto menyampaikan bahwa tabayyun ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berimbang sesuai fakta dan data.
“Apa yang kami lakukan ini adalah proses tabayyun dari apa yang sudah viral di medsos guna mendapatkan informasi yang berimbang sesuai fakta dan data, tentu referensinya adalah rekam medik yang ada,” ucap Saifullah.
Sementara itu, Dirut RSBS dr Annas Ahmad menjelaskan hasil rekam medik yang menyatakan bahwa memang adanya fakta tentang kematian janin dalam rahim pasien tersebut.
“Dari hasil rekam medik yang ada di umur kehamilan 27 minggu, pasien mengalami pecah ketuban dini inilah yang membuat janin dalam rahim semakin melemah. Namun selama pasien mengalami pecah ketuban kami dari pihak RS tetap melakukan upaya pencegahan untuk meminimalisirnya,” terang dr Annas.
Lebih lanjut dr Annas menyampaikan bahwa memang benar dokter yang menangani pasien tidak pernah mengunjungi langsung pasien.
“Fakta kedua adalah dokter yang menangani pasien memang benar tidak pernah menemui langsung pasien, olehnya itu kami sudah melakukan investigasi apakah ada unsur kelalaian medis atau ada pelanggaran kode etik kedokteran,” ungkap dr Annas.
Ketum PC IMM Pangkep, Achmad Andriany mendukung upaya investigasi yang dilakukan dan memberikan beberapa tuntutan kepada pihak RSBS terkait kasus kematian janin dalam rahim ini.
“Kami mendukung upaya-upaya investigasi yang dilakukan oleh pihak RSBS. Jika memang ditemukan kesalahan, kami meminta pihak RSBS untuk menindak dan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum dokter tersebut agar ini bisa menjadi pelajaran,” ujar Achmad yang juga pendidik di salah satu sekolah dasar ini.
Turut hadir Andi Muis AE selaku dewan pengawas RSBS dalam proses tabayyun ini dan memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Muhammadiyah dalam menunjukkan kepeduliannya terhadap pelayanan rumah sakit. (*)


Tinggalkan Balasan