SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di 12 daerah kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan, kerap kali mengundang kritik dari berbagai pihak.

Diketahui, kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) merupakan salah satu daerah yang akan menggelar kontestasi Pilkada serentak.

Ketua Umum Gerakan Pelajar Mahasiswa (Gema) Garda Nusantara Sulsel, Ansar Makkasau mengatakan, rangkaian Pilkada yang diselenggarakan di tengah Pandemi Covid-19 dinilai terlalu dipaksakan dan minim pertimbangan.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya jaminan kesehatan masyarakat, anggaran yang kurang memadai, serta potensi politisasi bantuan sosial (Bansos) Covid-19 dan bantuan lainnya yang peruntukannya untuk Covid-19,” terang Ansar ke media ini di Pangkep, Senin (31/8/2020).

Ansar Makkasau, juga merupakan putra asli Kabupaten Pangkep mengimbau Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilkada, serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangkep, untuk bekerja ekstra.

“KPU dan Baswalu harus bekerja ekstra di tengah pandemi Covid-19 ini, agar tidak ada praktek curang,”

“Dan pihak Komisi Aparatur Sipil Negara untuk betul-betul mengawasi ASN agar tidak terlibat politik praktis karena rentan terlibat kepentingan politik, serta untuk menjaga kondusifitas suasana pemilihan,” ujar dia.

Ansar Makkasau juga mengimbau kepada pemilik suara untuk mendukung calonnya dengan cara-cara yang bijak dan santun, agar tidak terjadi polemik yang kerap kali terjadi di setiap kontestasi pemilihan kepala daerah.

“Pemilihan kali ini agak beda dengan pemilihan sebelumnya, kita diuji memilih pemimpin di tengah situasi pandemi yang mengkhawatirkan,” tutup Ansar Makkasau. | Anwar Bro