Mengaku Sultan dan Akan Dilantik Raja Salman, Amar Maruf Dihajar Pengurus Kraton

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Jailolo Halmahera Barat – Mantan Jou Hukum Kesultanan Jailolo, Amar Maruf kembali mendatangi Kraton Jailolo, tepatnya di Desa Soakonora, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Senin (27/07/2020).

Ia meminta Sultan Jailolo, Ahmad Sjah dan pengurus dalam kesultanan Jailolo untuk mengosongkan Kraton Kesultanan Jailolo dengan alasan karena akan ada pelantikan Sultan Jailolo yang baru oleh Raja Salman (Raja Arab) dalam dekat ini.

Baca Juga

Kedatangan Amar Maruf ini sebelumnya disampaikan melalui media sosial (Medsos) dengan menggunakan Akun Facebook atas nama, Ahmad Majar yang katanya pengikut Amar Maruf, dalam pengumuman yang diposting oleh akun facebook Ahmad Majar itu yakni:

Senin 06 Dzulhijjah 27 Juli 2020.

Isi Pengumuman

As wr wb. Suba se salam se jongon moi moi, baba se ema, yaya se goa, hira se Bira Iyo se nongoru. Babilkhusus perangkat adat kesultanan Jailolo dan masyarakat adat Jiko makulano yang dimuliakan bagi siapa dengan ikhlas datang ke pelabuhan Jailolo menjemput serta mengantarkan Kolano Akhirul Zaman Masuk Kadaton Kesultanan Jailolo.

Maka segera menghubungi panitia 20 untuk mengisi buku tamu sesuai identitas KTP dengan tertib sesuai protokol Covid-19, agar terdata secara sah untuk mendapatkan hadiah berupa jatah Umroh gratis bagi yang beragama Islam, dan wisata rohani bagi yang beragama Nasrani bersama Kolano dengan pesawat pribadi Kolano Amar Ma’ruf Air Lines yang sementara berada di Jerman.

Demikian isi pengumuman, atas perhatian dan kerja samanya kami hanturkan syukur dofu dofu.’

Dari pengemuman di atas membuktikan kalau Amar Maruf pada Senin (27/07/2020) tadi telah mendatangi Kraton Kesultanan Jailolo untuk menunjukan beberapa surat, termasuk surat Wasiat dari Almarhum Sri Sultan Jailolo.

“Surat wasiat itu berisi ada dua harta peninggalan Kerajaan Kesultanan Jailolo di tanah Sulawasi, tepatnya di Manado itu menjadi hak dari bapak Amar Maruf dan di dalam surat tersebut ditandatangani lansung oleh Ou Tia (Almarhum Sri Sultan Jailolo),”

“Dan di dalam surat tersebut juga telah memberikan hak ahli waris oleh Ou Tia Kepa bapak Amar Maruf, dan saya sebagai saksi pada saat itu,” ungkap Awat Lolori yang katanya sebagai saksi penandatanganan surat wasiat oleh Sultan jailolo, pada saat menjabat sebagai Tulilamo di Kesultanan Jailolo.

Sementara Sri Sultan Jailolo, Ahmad Sjah saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/07/2020) mengatakan, kedatangan Amar Maruf yang didampingi Awat Lolori ini tidak ada pemberitahuan ke Kraton.

“Jadi kalau mereka persoalkan soal Harta Kesultanan Jailolo yang ada di dua gunung di Manado menjadi hak mereka, ya silahkan saja urus sesuai aturan di Manado sana,”

“Tetapi tiba-tiba bukan hanya bicarakan soal dua gunung di Manado, tetapi meminta saya (Sultan Jailolo) untuk mengosongkan Kraton karena nanti ada pelantikan Sultan baru yaitu dirinya, ini kan tidak masuk akal,” ujar Sri Sultan dengan nada kesal.

Sultan (Ou Jailolo) juga mengatakan bahwa, pihaknya bisa menerima ada pelantikan Sultan di Kraton ini, namun harus mengikuti aturan-aturan yang sudah di terapkan dalam kesultanan Jailolo ini.

“Jadi saya (ou jailolo) bisa terima ada pelantikan di sini tapi harus undang semua bala, mulai dari Ibu sampai Saria untuk mengikuti prosesi pelantikan itu, dan itu harus ikut prosedur dalam Adat se-Istiadat Kesultanan Jailolo, bukan datang lalu bilang bahwa saya ahli waris di Kerajaan ini dan menyuruh kami kosongkan Kraton, bukan dengan cara begitu,” jelas Ou.

Dari pantauan media ini, kedatangan Amar Maruf memicu konflik, hingga terjadi perkelahian antara Amar Maruf dan para pengurus yang ada dalam Kraton Kesultanan Jailolo, hinga Amar Maruf diamankan oleh pihak kepolisian Polres Halmahera Barat.

Sementara itu, salah satu pengurus Kraton Kesultanan Jailolo yang namanya tidak mau dipublis di media menyampaikan bahwa, Amar Maruf ini sudah berulang kali telah ‘menipu’ pihak kesultan Jailolo dan pihak kesultanan sudah pernah melaporkan ke Polres Halbar.

“Pernah dia datang bawa Kris, katanya itu Kris dari pak Sukarno yang berasal dari Kerajaan Kesultanan Jailolo, pada saat itu sempat menghebohkan masyarakat adat yang ada di Kesultanan Jailolo. Ternyata Kris itu palsu dan dia Sultan pecat dari Jabatan Juo Hukum Kesultanan Jailolo,”

“Hari ini dia datang lagi dengan agenda pelantikan dia sebagai sultan Jailolo untuk mengganti sultan Ahmad Sjah, dan kata dia nanti yang akan lantik dirinya itu Raja Salman (Raja Arab) ini kan namanya penipuan, jadi kami harap Polres Halbar segera tangkap orang ini,” tutupnya. (MH)

Disarankan Untuk Anda :