Masyarakat 4 Desa Wasile Selatan Demo, Aktivitas PT IWIP di Akejira Lumpuh Total

  • Whatsapp
Aksi Boikot Jalan Lalu Lintas kendaraan perusahaan oleh massa aksi yang mengakibatkan kelumpuhan aktivitas PT IWIP di Akejira. (Foto: Engel Maudul/SimpulRakyat.co.id)

SimpulRakyat, Halmahera Timur – Ratusan masyarakat 4 Desa Lingkar Tambang diantaranya, Desa Ekorino, Desa Ekor, Desa Ino Jaya dan Desa Nusa Jaya Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menggelar demonstrasi di Area eksplorasi Akejira PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Kamis (02/7).

Akibat dari demonstrasi massa tersebut menyebabkan kelumpuhan total.

Baca Juga

Demonstrasi masyarakat empat desa yang dikordinatori Ruslan Idris beserta empat kepala desa Wasile Selatan itu menuntut hak-haknya sebagai masyarakat lingkar tambang.

Dalam rilis yang diberikan kepada SimpulRakyat.co.id, masyarakat menuntut transparansi realisasi Tal Asih yang menjadi hak masyarakat karena dinilainya ada ketidak jelasan.

Selain itu, masa aksi juga menuntut agar PT IWIP menjalankan tanggungjawab sosial (CSR) di wilayah Kecamatan Wasile Selatan sesuai perintah UU yang berlaku. Sebab selama ini, menurut mereka, perusahaan sama sekali tidak menjalankan program itu.

Soal tanggung jawab sosial di sektor pendidikan, masa aksi menuntut agar PT IWIP menyediakan fasilitas berupa asrama mahasiswa untuk membantu generasi muda Wasile Selatan yang berstudi di Kota Ternate.

Lebih dari pada itu, dari pantauan media ini, massa aksi menilai porgolakan sosial yang terjadi di lingkungan Wasile Selatan saat ini adalah akibat dari sikap pimpinan PT IWIP yang diduga minim sosialisasi dan komunikasi serta terkesan tidak menghargai masyarakat Kecamatan Wasile Selatan, Haltim.

Akibat dari itu, point tuntutan lainnya yang disampaikan masa aksi terhadap perusahaan dalam demonstrasi itu adalah agar segera mengaktifkan kembali kantor perwakilan PT IWIP di Wasile Selatan.

Hal tersebut, menurut mereka dimaksudkan agar lebih mempermudah proses komunikasi antara PT IWIP dengan masyarakat serta membawa dampak positif terhadap perekonomian rakyat.

Sampai berita ini diturunkan, pihak perusahaan sedang memanggil 25 orang perwakilan massa aksi untuk bernegosiasi di Tanjung Uli. Sedangkan ratusan massa aksi lainnya masih terus melakukan orasi-orasi protes dan pemboikotan aktivitas pertambangan.

Reporter: Engel Maudul

Disarankan Untuk Anda :