SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Hampir dua bulan Kapal Perintis yang melayani warga Kepulauan Pangkep tak beroperasi, sehingga warga pulau mengalami kesulitan mendapatkan transportasi untuk ke Makassar dan Pangkep.

Masalah ini berdampak kurangnya pasokan Sembako, lantaran Kapal Perintis tersebut satu-satunya alat transportasi laut yang melayani hampir sebagian besar pulau terluar di beberapa desa yang ada di Kecamatan Liukang Tangaya, untuk mengangkut penumpang dan Sembako.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu tokoh pemuda di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Muhammad Ramli, Kamis (18/6).

“Masyarakat pulau sangat berharap agar kapal perintis segera dioperasikan kembali, agar mereka tidak kesulitan lagi mendapatkan transportasi dan tidak kekurangan lagi pasokan sembako,” kata Ramli ke media ini.

Menurut dia, saat ini warga pulau sedang menghadapi musim kemarau, dimana saat ini angin bertiup sangat kencang, akibatnya kapal-kapal nelayan tidak beroperasi normal.

“Apalagi (sekarang) ada pelarangan bagi kapal nelayan untuk mengangkut penumpang yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, jadi satu-satunya harapan adalah kapal perintis, kita berharap kapal perintis bisa cepat beroperasi,” ucapnya. (AA)