Apresiasi, Muammar Muhayang Sambangi Petani Milenial di Pangkep

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Makassar, Muammar Muhayang berkunjung ke salah satu kebun cabe milik seorang pemuda, Terisno, di Kelurahan Bone, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.

Dalam kunjungan tersebut, Muammar Muhayang memberikan pesan, anak muda harus berdikari, berinovasi dan terus menjadi pelopor. Di tangan pemuda yang yang seperti inilah kita bisa menitipkan masa depan yang lebih baik.

Baca Juga

“Olehnya itu, kita harus mendorong dan memberikan support kepada mereka yang punya keinginan maju dan mandiri,” tutur dia.

Lanjut dikatakan, mengingat cabe yang memiliki bahasa latin Capsicum Annum merupakan salah satu komoditas atau tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia.

“Buahnya selain dijadikan sayuran atau bumbu masak, juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, membuka kesempatan kerja, serta sebagai sumber vitamin C,” ucap Muammar Muhayang.

Muammar Muhayang juga menjelaskan, keuntungan cabe dalam pasar bersaing. Cabe, kata dia, merupakan salah satu komoditi yang menjadi primadona pasar dan termasuk komoditi strategi di Sulawesi Selatan.

“Mengingat kebutuhan cabe di pasaran tidak mengenal pasang surut. Kebutuhan cabe di Sulsel pun menjadi melonjak ketika menjelang hari raya agama,” jelas dia.

Dikatakan, saat ini sangat jarang ditemui anak muda yang punya minat bertani, pada hal sebenarnya bidang pertanian adalah sektor yang cukup menjanjikan, jika telaten dan mengikuti perkembangan teknologi, khususnya teknologi pertanian.

Masih di tempat yang sama, petani milenial, Terisno menjelaskan, ia melihat bertani cabe adalah potensi ekonomi yang menjanjikan.

“Saya memulai dari nol dan ternyata cukup bagus potensinya, sehingga saya memutuskan untuk melanjutkan dan konsisten dalam bertani, juga terus melakukan pengembangan, supaya bisa produksi secara maksimal,” ujar Terisno. (AA)

Disarankan Untuk Anda :