Virus Corona Serang Indonesia, Tukang Bentor di Pangkep Menjerit

  • Whatsapp

SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pandemi virus corona (Covid-19) yang kian menyebar luas di Indonesia membuat pemerintah mengambil kebijakan bekerja dan belajar dari rumah (work from home). Kebijakan ini berimbas pada penghasilan para tukang Bentor (becak motor) di Pangkep.

Hal itu dikeluhkan oleh beberapa tukang Bentor, mereka mendatangi awak media SimpulRakyat.co.id untuk diliput, guna menyampaikan unek-uneknya atas kesulitan mencari nafkah, untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka dalam kehidupan sehar-hari.

Baca Juga

Sebut saja Pak Hasan, tukang Bentor ini  mengeluh bahwa sejak anak-anak sekolah diliburkan pada 16 Maret 2020 lalu, penghasilan yang ia dapatkan sangat minim.

“Ketika pertama libur, saya masih bisa dapat sampai Rp100 ribu (perhari) karena masih ada pekerja kantor yang naik bentor, namun 3 hari belakangan ini sejak semua aktifitas dilakukan di rumah, saya hanya bisa bawa pulang Rp10 ribu ke rumah,” keluh Hasan ke media ini.

Hasan yang sering Mangkal di Perumahan Matahari juga mengatakan, ia sering membawa PNS yang tinggal di perumahan Matahari ini ke sekolahnya, kantornya atau antar jemput anak-anak mereka untuk mengaji, namun kali ini tidak lagi.

Sementara itu, tukang bentor lainnya, Pak Dewang yang sering mangkal di Pasar pun turut khawatir atas kondisi ini, pasalnya ia mendapat kabar bahwa pasar akan ditutup pada Senin, 30 Maret 2020, mendatang.

“Saya sudah 3 hari ini hanya pembeli bensinji’ kodong, untuk dipakai lagi besok, jadi untuk di rumah tidak adami,” jelas Dewang.

Seorang tukang bentor lainnya, Aco yang biasa mangkal di belakang kantor daerah mengatakan, kalau biasanya ia memperoleh uang sampai Rp150 ribu sehari, namun kali ini bahkan tidak dapat satu sen pun. (Mita)

Disarankan Untuk Anda :