SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Pangkep beserta jajarannya bersama puluhan warga Bowong Cindea berdemonstrasi menolak rencana pembangunan Laboratorium Batubara PT Geoservice di Desa Bowong Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Jumat (29/11/2019).
Dalam Aksi ini, para demonstran menolak rencana pembangunan itu, lantaran warga resah terhadap dampak yang akan ditimbulkan laboratorium tersebut.

Pantauan SimpulRakyat.co.id, mahasiswa dan warga terlihat mengambil titik demo di perempatan Jalan Poros Biringkassi, sekira satu jam orasi lalu mereka bertolak ke Kantor DPRD Pangkep.
Namun sayang, pagar kantor DPRD tersebut dalam keadaan tertutup, sehingga para pendemo hanya berada di luar pagar melakukan orasi. Tak lama kemudian, pihak keamanan memberikan izin masuk guna audiensi dengan Komisi Tiga DPRD Pangkep.
Dari hasil audiens ini, Sekertaris Komisi Tiga DPRD Pangkep berjanji akan menindak lanjuti aspirasi demonstran.
“Kita akan pertemukan masyarakat, Camat, kepala desa, dan semua dinas yang terkait. Kami juga akan undang perwakilan dari IPPM dan masyarakat Bowong Cindea,” kata dia.
Sementara itu, para demonstran memberi interval waktu sampai Rabu depan untuk membahas pembangunan laboratorium batubara itu.
Jenderal Lapangan, Jati mengatakan, mestinya DPRD sebagai wakil aspirasi masyarakat, agar kiranya menyelesaikan konflik di Bowong Cindea soal pembangunan Laboratorium Batubara PT Geoservice.
“Teman-teman melakukan aksi pada hari ini bersama warga Bowong Cindea karena adanya manipulasi data, dimana masyarakat Bungoro di Ring 1 itu merasa tidak dilibatkan dalam persoalan perizinan,” terang Jati ke media ini.
Ketua Komisi Tiga DPRD, Ramli mengungkapkan, masyarakat dan IPPM Pangkep menutut agar sekiranya melakukan peninjauan kembali terkait pembangunan laboratorium di Bowong Cindea.
“Kami dari pihak DPRD hanya memfasilitasi saja, nanti kita akan mengundang kembali pihak-pihak terkait, baik ini soal penolakan pembangunan laboratorium, ini nanti kita lihat apakah ini bertentangan dengan peraturan yang ada atau cacat administrasi, nanti kita lihat,” terang Ramli saat memberikan keterangan pasca-audiens dengan para demonstran.
Penulis: Ismail K
Redaksi telah mengoreksi isi dalam artikel di atas yang tertulis IPPM Komisariat Unhas, menjadi Pengurus Pusat IPPM Pangkep beserta jajarannya atas ralat yang diajukan Wahyu Rifki, Ketua Umum Pengurus Pusat IPPM Pangkep. Mohon maaf dan maklum atas ketidaktepatan sebelumnya.


Tinggalkan Balasan