SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 TA 2019 yang mengusung tema “Melalui TMMD Kita Wujudkan Percepatan Pembangunan untuk Kesejahtran Rakyat” di wilayah Kodim 1421 Pangkep resmi ditutup.

Upacara penutupan TMMD yang digelar di lapangan Sepak Bola Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kamis (31/10/2019), berlangsung meriah, dan dihadiri oleh Bupati Pangkep, Ketua DPRD, Kajari, Camat serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Danrem 141/Toddopulia Kolonel Infanteri Suarno membacakan amanat dari Mayor Jenderal TNI Sarawahadi, mengungkapkan, selama tiga puluh hari para prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah dan segenap komponen masyarakat telah bekerja keras dengan penuh kebersamaan dilandasi semangat kemanunggalan untuk menyelesaikan program TMMD yang ke 106.

“Kebersamaan yang dibutuhkan merupakan refleksi dari kemanunggalan yang hakiki tentang komponen bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kebersamaan seperti inilah hakekat dari kemanunggalan TNI Rakyat yang merupakan pro perjuangan bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara,” kata dia dalam sambutannya.

Kolonel Infanteri Suarno mengatakan, percepatan pembangunan ini guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjaga kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Berharap kita wujudkan percepatan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan ketahanan masyarakat yang ada di Kabupaten Pangkep, serta kemanuggalan TNI dan rakyat terjaga, karena ‘Simsamkamrata’ tidak akan bisa terwujud kalau tidak ada Kemanunggalan TNI dan rakyat. Alhamdulillah selama 30 hari sesuai laporan yang dibacakan Dandim sudah seratus Persen,” imbuh Kolonel Infanteri Suarno ke media ini.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat, Ahmad Petta Hajo, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stakeholder yang ada di TNI, Polri dan Pemda dengan adanya TMMD ini.

“Apa yang kami rasakan sekarang ini luar biasa atas kegiatan TMMD. TNI Manunggal Membangun Desa sangat bermanfaat dan dirasakan langsung oleh warga, bukan hanya berupa pembangunan fisik, tapi masyarakat juga mendapatkan Sembako dan layanan kesehatan gratis,” ungkap Ahmad.

Sekadar diketahui, kegiatan yang berlangsung selama 30 hari ini terealisasi sejumlah kegiatan, di antaranya, perintisan jalan sepanjang 390 meter di Kelurahan Bonto Matene, pembuatan tanggul laut (Talut) di Kelurahan Bawa Salo, pondasi saluran irigasi sepanjang 150 meter di Desa Parenreng, Rehab Masjid Baitul Rahim di Desa Parenreng, pembuatan penampungan air sebanyak 8 unit,  juga beberapa pekerjaan taman dan pagar sekolah di Kecamatan Segeri.

Penulis: Ismail K