SimpulRakyat.co.id, Barru – Warga Tanete Riaja dan komunitas pemerhati lapangan Labandu, merasa sangat kecewa setelah kegiatan Jambore OSIS Tingkat Nasional.
Terlihat sekelompok remaja, Bhabinkamtibmas, siswa siswi, bergotong royong membersihkan Lapangan Labandu, Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Kamis (19/09/2019).
Sampah dan bebatuan berserakan di lapangan dan di saluran pembuangan, patok – patok yang dipakai untuk tenda perkemahan masih banyak yang tertancap di lapangan.
Hal ini tentunya sangat membahayakan bagi para pengguna lapangan sepak bola, dimana fasilitas ini sangat dijaga dan diperhatikan oleh komunitas pemerhati lapangan Labandu.
Ketua Panitia Mustakim, Siswa SMAN 5 Barru, mengatakan sangat kecewa dan semua panitia lokal yang berasal dari SMA 5 Barru, SMA 3 Barru dan SMK 4 Barru, seolah-olah hanya dimanfaatkan mengatas namakan OSIS, awalnya dijanji panitia dari provinsi sebanyak 40 orang, tapi sampai kegiatan berakhir, tak satupun yang hadir mendampinginya.
“Saya dan teman-teman panitia dimanfaatkan, tenaga kami diperas dari awal hingga akhir kegiatan, mulai dari dana, administrasi di ambil alih oleh Ketua Dewan Pembina Fosis Sulsel, H Ahmad Wahyu,” katanya.
“Saya mendengar langsung Ketua Pembina OSIS Sulsel bahwa dana dari forum OSIS se-Sulsel sebesar Rp.50.000.000, 42 peserta dibebani Rp. 350.000,- pertim, sementara fasilitas yang dijanjikan tidak sesuai hingga peserta komplain ke kami, sedangkan kami tidak tahu apa – apa, kami tidak pegang dana,” beber dia.
“Sampai hari ini tidak pernah ada komunikasi lagi seakan akan semua Tanggung jawab dilemparkan kepada kami,” pungkas Mustakim.
Penulis: M Arif Alif


Tinggalkan Balasan