SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep menggelar pelatihan penggunaan alat tangkap ramah lingkungan di Kantor Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Senin (16/09) kemarin.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pangkep Hj Andi Faridah, mengatakan, pelatihan ini sangat penting dalam meninngkatkan pengetahuan dan keterampilan para nelayan dalam memahami dan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.
“Kami berharap, semoga dalam pelatihan ini, kita semua dapat memahami materi yang disampaikan oleh para narasumber tentang pentingnya alat tangkap ramah lingkungan, guna kelestarian terumbu karang,” ucap Andi Faridah dalam sambutannya.
Pada pertemuan ini, narasumber dari akademisi Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas), Prof Najamuddin, mengimbau, agar masyarakat turut memelihara terumbu karang, agar anak cucu dapat menikmati hasil laut, komitmen kesadaran masyarakat menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan untuk tidak merusak langsung terumbu karang.
“Kegiatan ini untuk merangsang para nelayan yang hadir, agar nelayan pengguna alat tangkap tidak ramah lingkungan segera beralih ke alat tangkap ramah lingkungan,” kata Prof Najamuddin.
Dalam pelatihan ini, Prof Najamuddin juga mengajak peserta pelatihan yang merupakan para nelayan berdiskusi terkait solusi pengganti alat tangkap yang merusak ke alat tangkap yang ramah lingkungan.
Di sela-sela pelatihan tersebut, kepada media ini, Andi Faridah menjelaskan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinas perikanan dalam bidang yang menagani pemberdayaan nelayan.
“Di dalam pemberdayaan punya tiga turunan, pertama peningkatan kapasitas nelayan, penanganan ilmu pengetahuan nelayan dan perbaikan kelembagaan, perbaikan sarana produksinya,” jelas Andi Faridah.
Kadis Perikanan ini juga berharap, agar nelayan kita melakukan kegiatan peningkatan ekonomi dengan kondisi yang aman, tidak lagi melanggar aturan yang berlaku.
“Kami menghadirkan di sini tiga pemateri yang kita harapkan memberi pengetahuan kepada nelayan tentang alat tangkap mana yang ramah lingkungan, dan kita juga kemudian menghadirkan narasumber yakni Prof Najamuddin selaku akademisi Unhas, Alfian Muis yang merupakan Perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan Ir Nursidi Latif,” tutur Andi Faridah.
Masih di tempat yang sama, Alfian Muis menyinggung keberhasilan mantan Kapolres Pangkep, AKBP Mohammad Hidayat, katanya, di era kepemimpinan Hidayat, ia mampu mengikis nelayan yang tidak ramah lingkungan, meskipun banyak pihak yang Pro, namun ada pula yang kontra.
“Namun ketegasan Pak Hidayat dalam hal menindak nelayan yang melanggar undang-undang, tidak sedikit protes dari nelayan cantrang, hasilnya kita bisa rasakan populasi ikan ada peningkatan,” puji Alfian Muis di hadapan peserta pelatihan.
Lanjut dia, Negara atau Pemerintah tetap bertanggungjawab dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat, oleh itu, kata dia, ADD atau bantuan dari pemerintah daerah dan atau pusat harus tepat sasaran,
Sementara itu, salah satu koordinator nelayan yang juga Pendampin Lokal Desa di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Muhammad Arman, mengatakan, 15 persen dari anggaran desa untuk nelayan berdasarkan kebutuhan masyarakat khusus nelayan.
Muhammad Arman juga menyinggung terkait alat tangkap pengganti “Parenreng” alat tangkap tradisional, menurutnya belum ada solusi terkait setara pendapatan “Parenreng” tersebut.
“Siapa tahu dari akademisi Unhas punya formula untuk itu, kalau ada tahun depan kami akan anggarkan lagi 15 persen untuk nelayan. Kami juga harap teman-teman Pokmasmas di desa bisa diaktifkan kembali,” pungkas Arman yang akrab disapa MAS.
Di akhir pertemuan ini, Ir Nursidi Latif, menekankan kepada peserta pelatihan angar para nelayan harus punya pekerjaan alternatif selain nelayan, seperti menjadi tukang, pembudidaya rumput laut dan sebagainya di luar dari keseharian nelayan yang tidak ramah lingkungan.
“Hal itu guna terhindar dari paceklik, dikarenakan cuaca, dan tidak lagi masyarakat berbondong-bondong meninggalkan kampung halamannya dengan menjadi nelayan lagi di kampung orang. Inilah alasan kenapa kita mesti harus mempunyai pekerjaan alternatif selain nelayan,” imbau Nursidi Latif.
Penulis: Ismail K


Tinggalkan Balasan