Potensi “Ganggu” Petahana dalam Pikada Halut, 3 Nama Ini Mulai Bermunculan

Potensi “Ganggu” Petahana dalam Pikada Halut, 3 Nama Ini Mulai Bermunculan

Editor: Elya
Selasa, 21 Mei 2019

dr. Herianto Tantry

SimpulRakyat.co.id, Tobelo – Walapun belum ada keputusan resmi dari pihak penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di kabupaten Halmahera Utara yakni, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), tetapi wacana yang beredar di masyarakat tentang isu bursa Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada), mulai menyeruak dan ramai menjadi perbincangan alias tema dalam diskusi ringan.

Setelah kader pemenang pileg di kabupaten ini yaitu, Partai Demokrat yang masih “suam-suam kukuh”, kini bermunculan nama-nama baru.

Misalnya, dr. Herianto Tantry, Diane Sumendap dan Abner Nones. Ketiga nama ini, beredar dalam perbincangan karena dianggap berkualitas yang mumpuni dan mempunyai kekuatan “arus” bawah yang sudah bisa dilihat dari pergerakan politik mereka.

Sebut saja, dr. Herianto Tantry (dr. Cun, sapaan), pernah masuk dalam kontestasi Cakada tahun 2015 lalu. Menggunakan kendaraan politik Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), politisi yang berprofesi sebagai seorang dokter ahli kandungan ini, hanya mampu berada di posisi ketiga di bawah Ir. Frans Manery (Bupati aktif).

Diane Sumendap

Diane Sumendap, politisi perempuan asal PDI Perjuangan ini, dinilai oleh beberapa kalangan, sebagai “pemain politik” tangguh. Buktinya, 2 kali berturut-turut menduduki kursi anggota DPRD Propinsi Maluku Utara dari daerah pemilihan Halmahera Utara-Moratai. Bahkan tak tanggung-tanggung, dalam perhelatan Pileg kemarin, Diane berhasi meraih suara tertinggi dan menghasilkan dua kursi untuk partai moncong putih.

Abner Nones

Abner Nones, figur mudah cerdas dan mantan ketua TIM Pemenangan Frans Manery pada Pilkada lalu. Anggota DPRD Propinsi dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) aktif ini, diharapkan mampu membawa suasana lain dalam perhelatan ini. Bagaimana tidak, selain bargaya milenial dan keukeh terhadap pandangang-pandangannya, dia juga sebagai salah satu ketua di Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) yang berpusat di Tobelo Halmahera Utara.

Bermunculannya ketiga nama ini, semakin ramai dan menambah panas “bola” bakal calon kepala daerah di Halmahera Utara, tahun 2020 nanti. Selain itu, bermunculan nama-nama tersebut, dapat menjadi sebuah saingan politik terhadap sang incumbent Ir. Frans Manery.

Walaupun belum mengeluarkan pernyataan resmi, Ketua DPD II Golkar Halmahera Utara ini, dianggap masih mempunyai kans berat untuk memenangi konstalasi Pemilukada Halmahera Utara. Mengapa tidak, selain petahana, Bupati Halmahera Utara juga diyakini telah mampu membawa daerah ini kearah kemajuan yang berarti. (Reynold)