SimpulRakyat.co.id, Saumlaki — Perjuangan setiap orang untuk memanjukan kesejahteraan masyarakat bumi duan lolat (Tanimbar) patut diapresiasi dan diacungi jempol. Khususnya mereka yang berjuang tanpa pamrih, tanpa memikirkan popularitas diri sendiri namun memperjuangankan kehidupan orang banyak.

Kehadiran Inpex Masela di Tanimbar merupakan sebuah proses perjuangan serius lantaran awalnya Inpex Masela dialamatkan pada kepulauan Aru. Namun berkat perjuangan seorang Piet Kait Taborat sebagai Wakil Ketua DPRD MTB dan Koordinator Komisi C yang membidangi bidang Anggaran, Ekonomi dan Pembangunan, yang melakukan kunjungan ke Jepang dalam rangka meloby Petinggi Inpex Corporation agar dialihkan ke kepulauan Tanimbar.

Dalam rapat kunjungan yang diadakan pada tanggal 05 April 2017 di Tokyo – Jepang, Piet Kait (sapaan panggilan) mempresentasikan situasi dan kondisi masyarakat MTB dalam rangka menerima Inpex Corporation sebagai orang basudara (hubungan kekerabatan) sesuai karakteristik filosofi masyarakat Tanimbar yakni Duan – Lolat.

“Kami mempunyai filosofi Duan dan Lolat yang terbentuk dari perkawinan, tetapi pada intinya adalah hubungan kekerabatan. Dalam hubungan kekerabatan, kami saling memandang sesama satu dengan yang lain sebagai kerabat, teman dan atau keluarga. Maka sesuai filosofi kami yakni Duan dan Lolat, maka kami akan memandang/melayani Inpex sebagai Kerabat dan bukan orang asing, dan sebaliknya kami berharap Inpex akan juga memandang kami Masyarakat MTB-Tanimbar sebagai Kerabat-Keluarga-Teman dan bukan sebagai Orang Asing” jelas Piet Kait kepada pejabat Inpex Corporation saat itu.

Lanjutnya, walaupun Inpex belum beroperasi secara fisik di MTB namun sebagai badan legislatif daerah tetap berupaya untuk menyukseskan kerja sama antara Inpex Corporation dan Pemerintah Indonesia.

“Kami di badan legislatif daerah siap mendukung kerja sama tersebut sesuai dengan porsi atau kewenangan kami, dengan didasarkan pada prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan” paparnya.

Menariknya lagi, diakhir sambutannya Piet Kait sempat mengutip sebuah pepatah Jepang yang berbunyi “Chiri mo tsumoreba yama to naru” yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “lama – lama menjadi bukit”, dengan harapan bahwa Inpex Corporation segera beroperasi di Maluku Tenggara Barat dan mensejahterakan masyarakat setempat.

Diketahui bahwa saat ini, pilihan objek pengelolaan mingas oleh Inpex Corporation dan Pemerintah Pusat adalah di pulau Yamdena/Tanimbar MTB karena pulau ini dianggap layak dan cocok untuk tempat pembangunan kilang – kilang minyak dan infrastruktur lain yang mendukung proyek Inpex nantinya.

Reporter: Marcel Kalkoy