SimpulRakyat.co.id, Makassar – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Yayasan Al Markaz Al Islami Makassar menyalurkan zakat kepada perempuan korban kekerasan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian UPZ terhadap penyintas kekerasan sekaligus bagian dari program penyaluran zakat yang tepat sasaran.

Ketua Badan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) Yayasan Al Markaz Al Islami, Ir Farouk M Betta, menjelaskan bahwa zakat yang disalurkan berasal dari berbagai sumber, termasuk zakat fitrah, zakat harta, infaq, dan sedekah yang terkumpul dari para muzakki.

Ia menegaskan bahwa proses penyaluran zakat dilakukan dengan sistem verifikasi data guna memastikan bantuan diterima oleh mustahik yang tepat, termasuk perempuan korban kekerasan.

“Verifikasi ini penting agar zakat yang disalurkan dapat memberikan manfaat secara optimal bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, termasuk penyintas kekerasan,” ujar Farouk, Sabtu (29/3).

Ketua Tim Relawan UPZ Al Markaz Al Islami, Faisal, menambahkan bahwa selain melakukan pendataan, pihaknya juga bekerja sama dengan UPTD PPA Kota Makassar dalam memastikan keakuratan data penerima zakat.

“Selain mendata, kami juga melakukan verifikasi untuk memastikan mustahik yang tepat, termasuk penyintas atau perempuan korban kekerasan,” kata Faisal.

Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) UPTD PPA Kota Makassar, Abu Talib, mengapresiasi sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam upaya perlindungan serta pemulihan bagi perempuan korban kekerasan.

“Kolaborasi ini sangat penting dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi penyintas. Sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah menjadi langkah strategis dalam menanggulangi kasus kekerasan terhadap perempuan,” ungkap Abu Talib.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Sekretaris Badan ZISWAF Al Markaz Al Islami, Andi Sri Wulandani, yang juga merupakan aktivis perempuan. Ia menilai bahwa kerja sama antara UPZ dan UPTD PPA merupakan langkah progresif dan responsif gender.

“Sinergi UPZ dan UPTD PPA dalam membantu penyintas adalah langkah yang sangat baik dan responsif gender. Harapannya, program ini bisa terus berlanjut dan semakin berkembang ke depannya,” ujarnya.

Ir Farouk M Betta kembali mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan zakat dan sedekah agar lebih banyak lagi kelompok rentan yang dapat menerima manfaat dari dana yang terkumpul.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun kepedulian melalui zakat dan sedekah demi membantu mereka yang membutuhkan, termasuk perempuan korban kekerasan,” pungkasnya. (Restu)