SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Gema Garda Nusantara DPC Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Pangkep agar mereka diikutsertakan dalam rombongan Inspektorat yang akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan di Kecamatan Liukang Kalmas.

Permintaan ini bertujuan untuk memastikan Inspektorat menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai regulasi yang ditetapkan.

Hal itu disampaikan Ketua Gema Garda Nusantara DPC Pangkep, Ardan Aidin, saat ditemui di sebuah warung kopi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, pada Jumat (21/2/2025).

Menurut Ardan, pernyataan yang disampaikan oleh perwakilan Inspektorat dalam audiensi di ruang sidang B DPRD Pangkep sebelumnya perlu diuji dengan fakta di lapangan.

“Kami sudah mendengar penjelasan dari pihak Inspektorat terkait hasil pengawasan dan pemeriksaan mereka di wilayah Liukang Kalmas. Namun, berdasarkan kondisi yang kami lihat langsung di lapangan, terutama di sekolah-sekolah di sana, kami merasa ada yang perlu diklarifikasi,” katanya.

“Oleh karena itu, kami meminta Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), agar mengikutsertakan anggota kami dalam rombongan Inspektorat nanti. Tujuan kami bukan hanya memantau kondisi sekolah, tetapi juga semua instansi yang mengelola anggaran negara di wilayah tersebut,” tambah Ardan.

Lebih lanjut, Ardan menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan anggaran negara merupakan hak yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 43 Tahun 2018.

Menurutnya, langkah ini merupakan upaya untuk mencegah tindak pidana korupsi serta menyelamatkan aset dan keuangan negara dari potensi praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

“Kami akan terus mengawal hasil pengawasan dan pemeriksaan Inspektorat. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, kami akan mendesak Inspektorat untuk segera melakukan audit guna mengungkap potensi kerugian negara,” tegas Ardan.

Sebelumnya diberitakan, Sekretaris Inspektorat Pangkep, Syharuddin, mengapresiasi peran Gema Garda Nusantara dalam mengawal anggaran pendidikan.

“Kami mengakui ada beberapa sekolah di kepulauan yang memang kondisinya memprihatinkan. Insya Allah, ke depan ini akan menjadi catatan penting bagi kami agar pengawasan lebih diperketat,” tandas Saharuddin dalam Rapat Dengar Pendapat yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkep, Rabu (19/2). (Tim)