SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Sejumlah wartawan yang tergabung  dalam Forum Jurnalis Pangkep (FJP) menyerukan tolak segala bentuk penyalahgunaan profesi jurnalis.

Seruan tersebut disampaikan langsung Koordinator FJP, Drs H Bisman saat menggelar Ngopi Bareng Jurnalis di Warkop Teras, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Kamis (6/6/2024).

Pada kesempatan ini, Bisman mengaku, dirinya kerap menerima aduan dari kepala desa, kepala sekolah dan para pejabat pemerintah kabupaten (Pemkab) Pangkep, terkait ulah oknum wartawan over akting.

“Jurnalis profesional bukanlah penyidik atau auditor yang dalam melakukan aktivitasnya memaksa pejabat, kepala desa (Kades) atau kepala sekolah untuk menunjukkan berkas terkait dengan fungsi dan peran para pejabat tersebut,” kata Bisman.

Bisman mencontohkan, oknum yang mengaku jurnalis meminta para Kades dan kepala sekolah untuk menunjukkan laporan bukti transaksi pemanfaatan dana desa dan dana BOS secara detail, layaknya seperti auditor.

“Katakanlah, kepala desa dimintai bukti pemanfaatan dana desa sedetail-detailnya, demikian pula terhadap kepala sekolah dimintai bukti pemanfaatan dana (Bantuan Operasional Sekolah-red) BOS-nya,” ungkap Bisman.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Media Simpul Rakyat, Muhammad Agus yang  turut hadir di tempat ini, mengapresiasi upaya FJP menangkal penyalahgunaan profesi jurnalis.

“Kami berharap forum jurnalis Pangkep mampu menjaga marwah pers dari oknum yang mendompleng pada profesi wartawan,” imbuh Agus.

Agus juga berharap, FJP mampu mendorong peningkatan kompetensi wartawan serta pers bebas dari intimidasi dan kriminalisasi.

“Selain menjaga marwah pers di Pangkep, FJP juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas wartawan, serta memastikan kebebasan pers di Pangkep,” pungkas Agus.

Sekadar diketahui, pada pertemuan ini, sejumlah inisiator Forum Jurnalis Pangkep bersepakat mengagendakan audiens dengan Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL), untuk membahas langkah antisipasi dini cegah tindakan oknum wartawan ‘nakal’ yang melakukan kerja-kerja jurnalistik di Kabupaten Pangkep, (*)