SimpulRakyat.co.id, Barru – Tiram Bakar di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, banyak digemari hingga menjadi viral akhir-akhir ini. Sajian kuliner tradisional Tiram Bakar ramai dikunjungi masyarakat, sehingga menjadi ladang bisnis dengan omset penjualan yang menggiurkan.
Tiram Bakar kerap disapa Tiram-missu oleh masyarakat setempat, Tiram di Barru merupakan hasil tangkapan nelayan yang didapatkan dari muara sungai Lajari, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Di Desa Lajari terdapat Puluhan rumah warga yang menjajahkan dagangan kuiner Tiram Bakar. Kuliner ini sangat unik karena disantap dengan menggunakan parutan mangga muda dan sambal jeruk, khas Sulsel. Warga setempat dulunya mengkonsumsi secara pribadi. Namun, saat ini mereka justru menjadikan Tiram Bakar sebagai usaha, dengan omset yang menngiurkan.
Para pembuat Tiram Bakar dimasak secara tradisional, yang dibakar dengan daun kelapa tua hingga matang. Kemudian cara penyajiannya juga unik karena diletakkan di atas karung putih. Jika ingin menyantapnya, penggunjung memukul-mukulkan Tiram dengan besi hingga terpisah kedua cangkang Tiram. Sesuai dengan slogan rumah makan, ‘’Tidak Kerja Tidak Makan’’.
Seporsi tiram bakar dibandrol dengan harga kisaran Rp25-30 ribu, termasuk dengan nasi, Racca Mangga (Parutan mangga muda) dan sambel jeruk.
Salah satu penjual Tiram Bakar di Desa Lajari, mengungkapkan bahwa omset dari penjualan Tiram Bakar lumayan, tergatung dari banyaknya tiram yang didapat dari sungai.
‘’Kita jual ini tiram tergantung yang minat, bair tetap segar adapi yang mau beli baru diambil lagi. Kalau hasilnya alhamdulillah, apalagi kalo hari libur jadi banyak yang ke sini makan,’’ ucapnya saat ditemui di Lajari, Senin (24/10/2022) lalu.
‘’Kalo liburan orang biasa banyak laku, adata’ Rp2-5 juta perhari didapat itu kalau masih ramai-ramainya ka’ musim liburan orang toh,’’ lanjutnya.
Ciizen Reporter: Antik Puspita Sari (Mahasiswi Jurnalistik, UIN Alauddin Makassar)


Tinggalkan Balasan