SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemerintah Kelurahan Mappasaile mengedukasi masyarakat terkait bahaya buang air besar sembarangan (BABS) yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan, berlangsung di Kantor Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rabu (27/7/2022).
Rapat pleno tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Mansyur, SKM, Ketua I Forum Kabupaten Sehat Ir. H. Andi Abbas Mangago, Lurah Mappasaile diwakili Ma’aruf, Bhabinkamtibmas Kelurahan Mappasaile, kader kelurahan sehat, tokoh masyarakat serta undangan.
Dari rapat pleno ini, Tim Verifikasi sepakat seluruh warga mayarakat Kelurahan Mappasaile telah berpola Hidup Bersih dan Sehat ditandai dengan tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan, dan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Stop BABS.
Diketahui dalam rapat pleno, melaluli hasil verifikasi lapangan BABS, Camat Pangkajene, Wirawan menyebutkan bahwa Kelurahan Mappasaile telah bebas dari Open Defecation Free (ODF), namun ia tetap mengharuskan edukasi tetap sampai ke masyarakat tentang pentingnya Stop Buang Air Besar Sembarangan.
“Meskipun Mappasaile telah bebas dari ODF, namun kita harus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya Stop Buang Air Besar Sembarangan, ini komitmen kita semua untuk betul-betul melaksanakan deklarasi, itu untuk tidak BAB di sembarang tempat yang mengontrol bapak ibu, yang melaksanakan bapak ibu dan untuk kepentingan bapak ibu, jika sanitasi di permukiman warga buruk, akan sangat merugikan apabila menimbulkan penyakit, akan ada biaya yang dikeluarkan warga,” ujar Wirawan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Mansyur mengatakan kebiasaan buang air besar sembarangan berupakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), menurutnya, hal tersebut tidak hanya di pedesaan namun di perkotaan juga tidak sedikit yang butuh pembenahan.
“Perilaku buang air besar sembarangan merupakan bagian dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sesungguhnya tidak hanya terfokus di masyarakat perdesaan, di Kota pun banyak hal yang harus turut dibenahi, terutama dalam hal perubahan perilaku masyarakatnya,” tuturnya.
“Masyarakat perkotaan memiliki karakteristik yang berbeda dari masyarakat perdesaan, namun sosialisasi tentang Stop Buang Air Besar Sembarangan harus tetap dilakukan guna meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya Stop Buang Air Besar Sembarangan,” tambahnya.
Lurah Mappasaile, Muarif sangat mengapresiasi dan bersyukur dengan meningkatnya status menjadi ODF di wilayah Mappasaile, secara tidak langsung masyarakat sudah menyadari kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, dan pentingnya kebersamaan itu dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Diketahui, program ini sesuai dengan Dasa Cita Bupati Pangkep sehat. (*)


Tinggalkan Balasan