SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Kesal lantaran saluran air sawah tersumbat akibat pembangunan rel kereta api, warga Desa Coppo Tompong, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, menutup akses menuju proyek pembangunan rel kereta tersebut pada Minggu (20/06/2021) kemarin.
Pantauan Simpul Rakyat di lokasi, tampak para tokoh masyarakat dan warga setempat kompak menutup akses jalan yang kerap dilalui mobil pengangkut tanah timbunan rel kereta api itu.
Salah satu tokoh masyarakat yang enggan namanya dimediakan mengatakan, pihak pelaksana proyek pembangunan rel kereta api, khususnya paket 15 yang ada di Kecamatan Mandalle sudah berulangkali disampaikan untuk memberikan akses saluran air untuk sawah para petani.
“Sudah berkali-kali disampaikan bahwa tolong diberikan akses saluran air karena kalau banjir, sawah warga kebanjiran, tapi sampai saat ini pihak Rel Paket 15 belum memberikan akses air, jadi jika musim hujan pasti sawah kami kebanjiran. Jadi, kami minta tolong pihak Rel paket 15 yang ada di Mandalle untuk segara membuat saluran air,” ungkap dia ke media ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek pembangunan rel kereta api tersebut terkait tuntutan warga Desa Coppo Tompong.


Tinggalkan Balasan