SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Massa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pangkep, menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pangkep, Jln Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Jumat (28/8/2020).

Para demonstran mendesak Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid untuk memberikan sanki administrasi dan mencopot Direktur RSUD Batara Siang, dr Annas Ahmad, lantaran adanya kasus janin meninggal dalam kandungan pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

“Mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep untuk segera menginstruksikan Direktur Rumah Sakit Batara Siang melakukan Konferensi Pers untuk meminta maaf kepada Ibu Maraditillah,” desak Jenderal Lapangan, Jendy dalam tuntutannya.

Kasat Pol PP Pemkab Pangkep Drs Jufri Baso yang menerima para pengunjuk rasa menyampaikan, Bupati Pangkep akan melakukan evaluasi dan investigasi kepada pihak RSUD Batara Siang terkait adanya kasus tersebut.

“Tuntutan dan pernyataan sikap dari pengunjuk rasa akan disampaikan kepada Bupati Pangkep untuk menjadi atensi. Bupati Pangkep menginstruksikan untuk melakukan Pengusutan secara tuntas terkait adanya kasus tersebut,” terang Jufri Baso.

Namun, dari hasil mediasi antara pengunjuk rasa dengan pihak Pemda Pangkep tidak menemui titik temu dan kesepakatan, sehingga para demonstran merasa tidak puas dan kecewa, kemudian membubarkan diri dan meninggalkan Kantor Bupati Pangkep.

Diketahui, aksi ini mendapat pengamanan dan pengawalan dari Personil Polres Pangkep yang tergabung dalam sprin nomor : Sprin/628/VIII/PAM.3./2020, dipimpin oleh Kabag Ops Kompol A Muzakkir. Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung hingga pukul 15.55 Wita dalam keadaan aman dan kondusif. (*)