SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Pangkep, dr Annas Ahmad membeberkan, Tim Gugus Covid-19 telah mencatat sedikitnya 171 orang yang masuk dalam status pemantauan Orang Tanpa Gejala (OTG).
Hal itu disampaikan oleh dr Annas Ahmad yang juga sebagai Direktur Rumah Sakit Batara Siang di Posko Terpadu Covid 19 Pangkep, Sabtu malam (28/3/2020).
“Berdasarkan Protap kita bahwa setiap orang yang datang dari negara terjangkit, atau daerah transmisi lokal, maka tetap masuk dalam pengawasan jumlah orang tanpa gejala (OTG-red), ini untuk data se-Kabupaten Pangkep sekitar 171 orang,” beber dr Annas.
Lanjut dikatakan, kategori kedua disebut sebagai orang dalam pemantauan (ODP) yang memiliki keluhan ringan yang mengarah ke Covid-19, berjumlah 15 orang.
“Orang (ODP) tersebut kita pantau, dengan cara isolasi mandiri di rumah, ada petugas-petugas kita bersama tim gugus Covid-19 terpadu dari unsur Polres, Kodim, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan (Puskesmas) dalam pemantauan tersebut,” kata Direktur Rumah Sakit Batara SiangĀ ini.
Annas Ahmad juga menjelaskan, dari lima belas ODP ini sementara proses pemantauan, kata dia, ada sebelas orang dari sebelas pemantauan, yang selesai ada empat pemantauan.
“Tersisa sekarang yang kita pantau ada sebelas orang, semoga tidak bertambah kemudian untuk status atau kriteria pasien dalam pengawasan (PDP),”
“Satus PDP kita terdata sebanyak dua orang, satu orang berada dari luar wilayah dari peserta istima ulama di Gowa yang kebetulan datang diajak oleh temannya di Pangkep, kemudian sakit di Pangkep ini kita kategorikan sebagai PDP dan sudah dirawat beberapa hari di rumah sakit dan dinyatakan sehat dan sudah kembali ke Jakarta,” terang dia.
Dia juga menjelaskan, satu orang warga Pangkep diisolasi mandiri dan sudah dilakukan pemeriksaan.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar menganggap persoalan Covid-19 ini secara serius, tidak main-main dan menjalankan imbauan pemerintah daerah, agar kiranya benar-benar patuh dan disiplin terhadap semua yang kita sarankan, karena pencegahan Covid-19 ini tidak muluk-muluk, hanya kita membutuhkan kita tidak kemana-mana, tetap di rumah saja,” imbauh dr Annas.
Diketahui, sosialisasi kunjungan yang dilakukan Tim Covid-19 menunjukkan adanya perubahan yang sangat signifikan di masyarakat Pangkep, di antaranya, beberapa tempat pusat keramaian sudah menjadi sunyi.
“Hal tersebut merupakan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat yang benar-benar menganggap wabah Covid-19 iniĀ masalah serius,” pungkas dr Annas Ahmad.
Penulis: Ismail K


Tinggalkan Balasan