SimpulRakyat.co.id – Dunia konten digital bergerak cepat. Game yang hari ini ramai dimainkan bisa mendadak memenuhi beranda YouTube dan TikTok, lalu beberapa hari kemudian muncul tren baru yang kembali mencuri perhatian.
Situasi itu membuat kreator konten harus pandai membaca perubahan. Tak hanya sekadar ikut apa yang sedang ramai, mereka juga dituntut menemukan cara agar tren tersebut tetap sesuai dengan karakter konten masing-masing.
Hal serupa dijalani Uciha Masbro. Kreator konten gaming dan hiburan itu mengaku terbiasa mencoba berbagai permainan sekaligus memperhatikan apa yang sedang diminati penonton.
“Kalau di dunia gaming memang trennya cepat banget berubah. Kadang ada game yang tiba-tiba ramai, jadi sebagai kreator kita harus peka juga melihat apa yang lagi disukai penonton,” ujar Uciha Masbro.
Tren Jadi Salah Satu Sumber Ide
Bagi Uciha Masbro, mengikuti tren bukan berarti harus meniru mentah-mentah konten kreator lain.
Menurutnya, tren justru bisa menjadi titik awal untuk mencari ide baru. Ketika sebuah game mulai banyak dibicarakan, kreator dapat mencoba masuk ke dalam tren tersebut dengan gaya dan konsep berbeda.
“Saya biasanya lihat dulu game apa yang lagi ramai. Tapi bukan berarti langsung ikut begitu saja. Tetap dipikirkan bagaimana caranya supaya kontennya punya gaya sendiri dan tetap cocok sama penonton saya,” katanya.
Ia menilai identitas menjadi hal penting karena penonton tidak hanya datang untuk melihat game yang dimainkan, tetapi juga cara seorang kreator membawakan permainan tersebut.
Karena itu, permainan yang sama bisa menghasilkan konten berbeda ketika dikemas dengan konsep dan karakter masing-masing.
Dari GTA hingga Stumble Guys
Perjalanan Uciha Masbro sebagai kreator gaming juga diwarnai berbagai jenis permainan.
Ia pernah membuat konten GTA San Andreas, Downhill, Free Fire hingga Stumble Guys.
Menurutnya, mencoba banyak game menjadi bagian penting dari proses mencari format konten yang tepat.
“Dulu saya memang coba banyak game. Ada GTA San Andreas, Downhill, Free Fire, Stumble Guys dan beberapa yang lain. Dari situ saya jadi tahu game mana yang enak dibuat konten dan seperti apa respons penonton,” ungkapnya.
Eksperimen tersebut terus berlanjut.
Game seperti Merge Fellas dan Ball Run kemudian ikut masuk dalam daftar permainan yang dibuat menjadi konten. Sejumlah video dari game tersebut mendapat respons cukup besar bahkan mencapai ratusan ribu penayangan.
Uciha Masbro mengaku capaian tersebut membuatnya semakin memahami bahwa tren dan momentum dapat berpengaruh besar terhadap jangkauan sebuah video.
“Ada beberapa video yang ternyata views-nya jauh lebih tinggi dari biasanya. Dari situ saya belajar bahwa timing itu juga penting. Kadang saat game sedang ramai, peluang videonya ikut ramai juga lebih besar,” tuturnya.
Mulai Serius Garap YouTube pada 2024
Tahun 2024 menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Uciha Masbro.
Pada periode tersebut, ia mulai lebih serius mengembangkan kanal YouTube dan mengarahkan kontennya ke dunia gaming.
Keseriusan itu membuatnya semakin rajin mengamati tren serta respons audiens.
“Mulai 2024 saya memang lebih fokus ke YouTube. Saya mulai lebih serius melihat perkembangan video, game apa yang ramai, dan konten seperti apa yang disukai penonton,” katanya.
Namun, ia menilai tidak semua tren perlu diikuti.
Sebuah game bisa saja sedang populer, tetapi belum tentu cocok dengan karakter kanal maupun gaya kreator.
“Kalau semua tren diikuti juga belum tentu bagus. Tetap harus dipilih. Saya biasanya lihat dulu apakah game itu bisa dibuat sesuai gaya konten saya atau tidak,” jelasnya.
Roblox Kini Jadi Andalan
Belakangan, Roblox menjadi salah satu fokus utama konten Uciha Masbro.
Platform tersebut dianggap menarik karena memiliki sangat banyak pilihan permainan. Bahkan dalam satu platform, tren bisa terus berganti mengikuti munculnya game maupun pengalaman baru yang ramai dimainkan komunitas.
Hal tersebut memberikan ruang eksplorasi yang cukup luas bagi kreator.
“Sekarang saya lebih banyak main Roblox karena di dalamnya banyak sekali game. Jadi meskipun sama-sama Roblox, kontennya tetap bisa beda-beda. Selalu ada saja game baru yang bisa dicoba,” ujarnya.
Menurut Uciha Masbro, kondisi itu juga membuat proses mencari ide menjadi lebih fleksibel.
Ketika sebuah game Roblox mulai ramai, ia bisa mencoba permainan tersebut kemudian mencari sudut yang menarik untuk dijadikan video.
“Biasanya kalau ada game Roblox yang lagi ramai, saya coba dulu. Setelah itu baru kepikiran kira-kira bagian mana yang menarik atau konsep apa yang bisa dibuat,” katanya.
Tren Bukan Segalanya
Meski tren dapat membantu meningkatkan peluang sebuah video mendapatkan perhatian, Uciha Masbro menyadari bahwa hal itu bukan satu-satunya faktor.
Menurutnya, kreator juga perlu memperhatikan kualitas video, konsep, konsistensi, cara membawakan konten hingga interaksi dengan audiens.
“Tren memang bisa membantu supaya video lebih cepat ditemukan orang. Tapi kalau kontennya tidak menarik, orang mungkin cuma datang sekali. Jadi tetap harus dipikirkan bagaimana bikin mereka mau nonton lagi,” ungkapnya.
Bagi seorang kreator, mempertahankan penonton justru menjadi tantangan berikutnya setelah sebuah konten berhasil mendapatkan perhatian.
Karena itu, tren menurutnya hanya menjadi salah satu bagian dari proses membangun kanal.
Tetap Punya Karakter Sendiri
Uciha Masbro kini memiliki sekitar 32 ribu subscriber di YouTube dan sekitar 30 ribu pengikut di TikTok. Jumlah tersebut tentu dapat terus berubah mengikuti perkembangan akunnya.
Ia menilai proses membangun audiens tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang mencoba berbagai format konten.
Dari sempat membuat konten hiburan hingga mencoba berbagai game dan akhirnya lebih fokus pada Roblox, perubahan tersebut berlangsung secara bertahap.
“Menurut saya yang penting tetap punya ciri sendiri. Tren pasti berubah terus, tapi kalau kita punya gaya yang dikenal penonton, mereka punya alasan untuk tetap mengikuti,” katanya.
Bagi Uciha Masbro, dunia kreator gaming masih menyimpan banyak ruang untuk berkembang.
Game baru akan terus bermunculan, tren akan terus berganti, begitu pula selera penonton.
Di tengah perubahan tersebut, ia memilih tetap mengikuti perkembangan tanpa meninggalkan karakter konten yang sudah dibangun.
“Saya masih ingin terus coba banyak hal. Selama masih ada game baru dan ide baru, berarti masih banyak konten yang bisa dibuat,” pungkas Uciha Masbro.


Tinggalkan Balasan