SimpulRakyat.co.id, Makassar – Organisasi masyarakat Grib Jaya Sulawesi Selatan (Sulsel) mendesak Polda Sulsel segera memeriksa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel serta pihak-pihak lain yang terkait dengan dugaan penyimpangan pada pemeliharaan proyek Smart Controlling System senilai Rp1.224.000.000.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pemuda dan Investigasi Grib Jaya Sulsel, Ardan Aidin, usai rapat konsolidasi organisasi di salah satu kafe di Jalan Boulevard, Kota Makassar, Jumat (7/8/2026).

Ardan mengatakan pihaknya menilai terdapat indikasi penyimpangan dalam pembayaran pemeliharaan proyek tersebut.

Dia menyebut dugaan itu berkaitan dengan informasi yang disebut berasal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Menurut informasi yang kami peroleh, terdapat pembayaran pemeliharaan proyek senilai Rp1,224 miliar yang diduga tidak didukung dokumen pelaksanaan maupun bukti fisik pekerjaan,” kata Ardan ke media ini.

Dia menilai nilai anggaran pemeliharaan tersebut cukup besar sehingga perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

“Karena itu kami meminta Polda Sulsel segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel,” ujarnya.

Ardan menambahkan, Grib Jaya Sulsel telah melakukan konsolidasi internal untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Organisasi itu juga berencana menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.

“Kami akan menyampaikan aspirasi secara terbuka dan meminta penanganan kasus ini dilakukan secara transparan,” katanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda Sulsel maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulsel terkait pernyataan Grib Jaya Sulsel tersebut. (**)