SimpulRakyat.co.id, Opini – Pangkajene dan Kepulauan adalah daerah dengan letak geografis yang istimewa. Kekayaan alamnya melimpah, terbukti dari gunung yang terus digali untuk pembangunan tak hanya di Sulawesi tapi juga kawasan Indonesia Timur. Selain itu Pangkep juga memiliki kekayaan laut yang hingga kini menghidupi masyarakat baik yang tinggal di wilayah kepulauan maupun daratan.

Namun tulisan ini tidak membahas tambang gunung maupun hasil laut yang sayangnya lebih banyak berputar di luar daerah. Kita akan membahas hal hal sederhana yang justru menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Pangkep.

Mari mulai dari pertanyaan sederhana siapa warga Pangkep yang hari ini tidak singgah di warung kopi? Entah sekadar ngopi di pusat kota sarapan di warung setelah mengantar anak sekolah atau membeli gorengan sebelum berkumpul dengan teman.

Sebagai orang Pangkep saya patut berbangga akan hal itu. Tanpa disadari langkah kecil itu adalah bentuk dukungan nyata terhadap ekonomi daerah. Nilainya mungkin hanya lima ribu atau sepuluh ribu rupiah. Namun bayangkan jika ribuan warga melakukannya setiap hari.

Uang itu akan terus berputar dari peminum kopi ke penjual lalu ke pemasok hingga menyebar ke banyak pihak. Ternyata pertumbuhan ekonomi seringkali dimulai dari hal hal yang sangat sederhana dan tanpa kita sadari.

Kini mari bicara soal UMKM. Ada pepatah sederhana usaha boleh kecil dampaknya bisa sangat besar. Jangan meremehkan istilah mikro atau kecil. Yang terpenting adalah kontribusinya.

Lihatlah di sekitar kita warung kopi penjual bakso pedagang sayur pengrajin hingga penjual makanan di pinggir jalan semuanya adalah bagian dari UMKM. Jumlahnya tak terhitung tersebar di setiap pelosok Pangkep. Dengan jumlah yang begitu besar dampaknya bagi ekonomi daerah pun nyata.

Lebih dari itu UMKM menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Awalnya mungkin hanya usaha keluarga namun lama kelamaan akan berkembang dan membutuhkan tenaga orang lain. Jika satu usaha menyerap dua hingga tiga tenaga kerja bayangkan jika ratusan UMKM melakukannya. Lapangan kerja pun tercipta tanpa membebani pemerintah daerah.

Kelebihan lain UMKM adalah uangnya jarang pergi jauh. Penjual bakso membeli bahan di pasar lokal toko mengambil dari distributor setempat dan seterusnya. Dalam ekonomi disebut ini sebagai efek pengganda uang tidak diam tapi terus bekerja dan bermanfaat bagi masyarakat di daerah sendiri.

Uang itu ibarat tamu harus kita manjakan dan berikan aktivitas agar ia betah menetap. Jika uang cepat keluar dari daerah maka putaran ekonomi pun berhenti di tengah jalan.

Selain itu UMKM adalah penjaga identitas daerah. Saat kita berkunjung ke tempat lain yang dicari adalah makanan khas kerajinan dan oleh oleh semuanya lahir dari tangan pelaku UMKM. Jadi mereka bukan sekadar mencari untung tapi juga menjaga wajah asli Pangkep.

Zaman telah berubah. Dulu membuka usaha butuh toko besar. Kini bermodal gawai produk dari desa bisa dikenal hingga ke luar pulau. Jika informasi buruk bisa menyebar cepat mengapa produk unggulan Pangkep tidak bisa melangkah lebih jauh?

Oleh karena itu untuk memajukan ekonomi daerah UMKM harus terus didorong bukan hanya oleh pemerintah tapi oleh kita semua. Dukungan paling sederhana adalah membeli produk lokal berbelanja di pasar sendiri dan membiarkan uang berputar di sini.

Jangan biarkan ekonomi hanya berpusat di satu titik. Sebarkan ke sektor lain belanja kebutuhan di pasar tradisional ngopi di warkop lokal dan miliki kerajinan buatan tangan anak daerah.

Kesimpulannya berbelanja di pelaku UMKM sama artinya dengan kita menabung untuk masa depan ekonomi Pangkep.

Ditulis oleh:  Muh. Sapril Ahmad, S.E., M.M (Mahasiswa Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis).