SimpulRakyat.co.id, Luwu – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Larompong menyampaikan apresiasi kepada para relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berperan aktif dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah tersebut.
Istantia selaku mitra dapur MBG sekaligus penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa sejak mulai beroperasi pada 11 Oktober 2025, dapur MBG Larompong telah berjalan selama kurang lebih tiga bulan dan secara konsisten melayani ribuan penerima manfaat.

“Total ada 50 orang yang terlibat di SPPG Larompong, terdiri dari 47 relawan, tenaga ahli gizi, bagian akunting, serta kepala SPPG,” ujar Istantia, Rabu, (31/12).
Selama periode tersebut, dapur MBG Larompong telah memproduksi dan menyalurkan sebanyak 3.083 porsi makanan bergizi kepada peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Dalam pelaksanaannya, SPPG Larompong menempatkan kualitas gizi sebagai prioritas utama.
Istantia menjelaskan bahwa setiap menu disusun berdasarkan kebutuhan gizi anak sesuai usia dan jenjang pendidikan.
“Menu untuk anak TK hingga kelas 1 SD tentu berbeda dengan menu untuk kelas 6 SD sampai SMA. Karena itu, setiap SPPG wajib memiliki ahli gizi agar asupan gizi anak benar-benar terpenuhi,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi relawan, SPPG Larompong juga memberikan bonus kepada relawan yang dinilai memiliki kinerja baik. Bonus tersebut berasal dari mitra dapur dan kepala SPPG.
“Ini bentuk penghargaan kami kepada relawan yang bekerja dengan sungguh-sungguh,” tambah Istantia.

Selain itu, program MBG di Larompong juga melibatkan masyarakat lokal dalam pemenuhan kebutuhan dapur, mulai dari penyediaan sayur-mayur hingga pengolahan menu tertentu.
“Contohnya saat ada menu gogos, kami melibatkan beberapa kelompok masyarakat untuk pembuatannya,” ungkapnya.
Meski demikian, SPPG Larompong mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait kehadiran relawan.
“Terkadang ada relawan yang berhalangan hadir, tetapi kami sudah menyiapkan relawan pengganti agar pelayanan tetap berjalan,” kata Istantia.
Ke depan, SPPG Larompong berharap dukungan aktif dari masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah. Masyarakat diharapkan tidak segan memberikan masukan apabila terdapat menu yang dinilai belum sesuai standar.
“Kami sudah memiliki grup komunikasi yang melibatkan orang tua dan sekolah. Jika ada saran atau masukan, silakan disampaikan di grup tersebut agar pelayanan dapur MBG bisa semakin baik ke depannya,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan