SimpulRakyat.co.id, Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang berlokasi di Kecamatan Bungoro, Rabu (30/8/2025).
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, yang sekaligus meluncurkan program literasi berbasis lokal bertajuk Pa’bicara (Pangkep Bina Minat Baca Aksara Lontarak).
Peresmian ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assaggaf, jajaran Forkopimda, Bunda Literasi Kabupaten Pangkep, serta perwakilan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Maros. Sejumlah anggota DPRD baik dari provinsi maupun kabupaten juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran menyebut kehadiran gedung layanan perpustakaan ini menjawab kebutuhan akan sarana literasi yang representatif, modern, dan inklusif.
“Perpustakaan kini bukan lagi sekadar tempat meminjam buku. Ia telah bertransformasi menjadi pusat belajar, pusat kegiatan, dan pusat pemberdayaan masyarakat,” ujar Yusran.
Menurutnya, pembangunan fasilitas ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan indeks literasi dan budaya baca di kalangan masyarakat. Ia bahkan mendorong sekolah-sekolah untuk menjadikan kunjungan ke perpustakaan, pusat informasi geospasial (PIG), kantor pemerintah, serta kegiatan panen sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi siswa.
“Tujuannya bukan sekadar pengetahuan, tapi juga untuk melatih motorik anak,” ucap Yusran.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Muhiddin, menambahkan bahwa pembangunan gedung layanan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat indeks literasi masyarakat. Ia menyebut, fasilitas ini dirancang sebagai episentrum pembelajaran yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga memfasilitasi inovasi dan kreativitas.
“Di sini akan tersedia banyak variasi mengenal dunia melalui buku,” katanya.
Gedung layanan tersebut dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK) sub bidang perpustakaan tahun anggaran 2024. Selain ribuan koleksi buku, gedung ini juga akan dilengkapi laboratorium komputer, ruang baca, kafe dan restoran, perpustakaan milenial, serta teater mini.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Yusran juga menyerahkan bantuan bahan bacaan bermutu kepada sejumlah perpustakaan desa/kelurahan, perpustakaan masjid, serta taman bacaan masyarakat. Bantuan perlengkapan marching band juga diberikan kepada lima SMP di wilayah Pangkep.
Dukungan literasi untuk Kabupaten Pangkep turut diperkuat oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui bantuan sebanyak 55.000 eksemplar buku bermutu senilai Rp 291,5 juta. Bantuan ini disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Sucianita Hatta, mengatakan bahwa Pangkep menjadi kabupaten dengan penerima bantuan buku terbanyak di Sulsel tahun ini.
“Bantuan ini bukan sekadar soal buku, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk masyarakat pembelajar, memperkuat kesetaraan informasi, serta mendukung transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Sucianita.
Program Pa’bicara yang diluncurkan diharapkan menjadi ikon gerakan literasi yang tidak hanya menyasar peningkatan minat baca, tetapi juga menghidupkan kembali aksara dan budaya lokal melalui pendekatan literasi yang kontekstual dan berbasis komunitas.


Tinggalkan Balasan